Banteng Van Den Bosch, Berwisata Sambil Menikmati Eksotisnya Salah Satu Peninggalan Sejarah di Jawa Timur
Kabupaten Ngawi merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang kerap disebut daerah pemandangan alam yang kaya. Kabupaten ini juga terkenal dengan museum kuno bernama "Museum Trinil", yang telah dikenal oleh banyak orang di dunia sebagai salah satu museum yang berisi fosil manusia prasejarah (Pitecanthropus Erectus). Selain itu masih banyak juga tempat wisata yang lainnya.

Setelah bekerja seharian selama berminggu-minggu, pastilah kita akan merasakan masa jenuh dengan aktifitas sehari-hari yang tidak ada hentinya, entah itu yang berhubungan dengan pekerjaan atau sekolah dan kuliah. Terkadang kita harus memanfaatkan beberapa hari libur yang bisa anda dapatkan untuk sekedar refreshing, melepaskan segala penat dan stres yang anda rasakan. Nah bagi anda yang tinggal di Jawa Timur tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar pulau Jawa atau ke luar Jawa Timur untuk berlibur, di Ngawi juga ada benteng yang memiliki pesona indah yang bisa membuat anda terkagum-kagum.

Benteng Van Den Bosch adalah salah satu benteng peninggalan sejarah di Jawa Timur yang berlokasi di desa Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Kabupaten Ngawi memang tidak terlalu dikenal sebagai kota wisata, dunia malamnya pun tidak terlalu ramai dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Timur. Namun di sana anda masih bisa menemukan beberapa obyek wisata yang menarik dan wajib dikunjungi, salah satunya adalah Benteng Van den Bosch.

Benteng Van Den Bosch ini dikenal juga dengan nama benteng pendem, yaitu sebuah benteng yang memiliki nilai sejarah di kota Ngawi pada jaman Belanda. Bangunan ini dibuat pada tahun 1839-1845  oleh gubernur jenderal Font Van Den Bosch. Ukuran bangunan sekitar 165 m x 80 m dan berada di atas lahan luas sekitar 1 ha. Lokasi dari Benteng Van Den Bosch bisa dibilang sangat strategis karena disudut pertemuan sungai bengawan solo dan sungai madiun. Pada jaman dahulu sungai tersebut merupakan jalur pelayaran perahu yang memuat bahan-bahan hasil bumi seperti rempah-rempah dan pala.

Arsitektur di benteng ini mempunyai gaya Castle Eropa yang sangat berbau seni dan mempunyai nilai artistik tersendiri. Saat masuk ke dalam, anda bisa melihat bagian interior masih ada lantai yang bercorak papan catur warna kuning dan putih. Jaman dahulu, saat benteng ini masih aktif, sekitar 250 orang tentara Hindia Belanda menghuni tempat tersebut sehingga masih dapat dijumpai bangunan gedung utama perkantoran pejabat tinggi dan kantor umum, juga terdapat asrama  (barak) yang sebenarnya  berlantai tiga , berpilar penopangnya yang dipadu dengan pintu dan jendela besar yang sekilas seperti bangunan Romawi.

Sedikit informasi sejarah mengenai benteng ini adalah bahwa Benteng Van Den Bosch ada pada abad ke-19. Ngawi dan berfungsi sebagai salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur, dan Ngawi dijadikan sebagai pusat pertahanan Belanda di wilayah Madiun dan sekitarnya dalam Perang Diponegoro (1825 – 1830). Perlawanan melawan Belanda pada saat itu sedang puncak-puncaknya, bahkan dipimpin langsung oleh kepala daerah setempat seperti di Madiun dipimpin oleh Bupati Kerto Dirjo, dan di Ngawi dipimpin oleh Adipati Judodiningrat dan Raden Tumenggung Surodirjo. Hingga pada tahun 1825, Ngawi berhasil direbut dan diduduki oleh Belanda. Karena alasan itulah untuk mempertahankan eksistensi, kedudukan serta fungsi strategis menguasai jalur pedagangan Belanda, sebuah benteng yang selesai pada tahun 1845 dihadirkan sebagai solusi.

 

Fasilitas di Benteng Van Den Bosch

Fasilitas yang ada di obyek wisata Benteng Van Den Bosch memang tidak terlalu banyak atau lengkap, namun ada beberapa yang bisa anda temui, seperti di antaranya adalah;

- Lahan parkir

Bagi anda yang membawa kendaraan pribadi baik mobil atau motor, anda tidak perlu khawatir dengan masalah parkir karena di sana telah disediakan area parkir yang lumayan luas dan juga memadai.

- Warung atau tempat makan

Setelah puas berkeliling di area benteng berjam-jam pastinya membuat perut anda lapar. Tak perlu bingung apabila anda tidak ada waktu atau lupa untuk menyiapkan bekal. Di sekitar obyek wisata tersebut anda dapat menemukan warung-warung milik penduduk lokal yang menjual makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

- Gazebo

Dengan dibangunnya gazebo-gazebo di sana, anda bisa dengan santai duduk-duduk sembari menikmati pemandangan benteng dengan arsitektur khas kolonial Belanda dengan pepohonan dan tumbuhan yang tumbuh di sekitar lingkungan sana.

- Penginapan

Di sekitar area luar Benteng Van Den Bosch, untuk anda yang butuh tempat penginapan bisa mencari yang sesuai dengan budget dan kebutuhan anda.

- Toilet umum

Salah satu fasilitas penting ini juga telah disediakan di sana jadi anda tidak usaj repot-repot mencari toilet di luar area tempat wisata ini.

 

Hunting Foto di Benteng Van Den Bosch

Pergi berwisata ke suatu tempat rasanya tidak lengkap jika anda tidak membawa kamera, baik kamera handphone atau kamera professional yang anda punya. Apalagi jika anda pergi ke tempat yang berhubungan dengan alam dan tempat-tempat yang berhubungan dengan sejarah, banyak hal pasti yang bisa anda abadikan. Seperti di Benteng Van Den Bosch, anda bisa berfoto di depan bangunan benteng yang mempunyai gaya khas Eropa tersebut, arsitekturnya yang unik dan memiliki nilai estetika ini adalah daya tarik yang elok untuk foto anda. Saat anda menyusuri dalam gedung benteng tersebut, anda bisa juga memfoto ruang-ruangan yang dulu pernah dihuni oleh tentara Hindia Belanda tersebut. Jangan lupa untuk mengunggah foto-foto yang anda sudah dapatkan ke berbagai media sosial yang anda punya.

 Baca juga : Monumen Jenderal Sudirman, Berwisata Sambil Mengenang Salah Satu Pahlawan Indonesia

Akses Jalan Menuju ke Benteng Van Den Bosch

Untuk menuju lokasi Benteng Van Den Bosch sangat mudah yakni dari Kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi ambil arah timur laut ke Jl.Untung Suropati kurang lebih 1 kilometer, disitu adalah lokasi Benteng Van Den Bosch yang juga biasanya disebut Benteng Pendem. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor atau memilih untuk memanfaatkan transportasi umum.

 

Jam Buka dan Tiket Masuk ke Benteng Van Den Bosch

Jam buka dari obyek wisata ini adalah dari jam 07.00 sampai dengan jam 17.00 wib. Untuk tiket masuknya, cukup membayar Rp 2.000,- saja per orang.

 

Tips Berlibur ke Benteng Van Den Bosch

- Persiapkan kendaraan anda

- Bawalah bekal makanan dan minuman dari rumah

- Jangan mencoret-coret dinding benteng

- Buang sampah di tempatnya

 

Loading...

Artikel Terkait