​Benteng Bukit Cening, Napak Tilas Sejarah Pemerintahan Sultan Mahmud Syah III
Benteng ini telah ada sejak masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah III yang memiliki kuasa penuh pada saat itu, tepatnya pada masa Kesultanan Lingga periode tahun 1761 sampai dengan 1812

Benteng Bukit Cening sudah resmi menjadi cagar budaya yang sekaligus menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya. Sehingga dapat dikatakan bahwa benteng ini merupakan aset berharga yang dimiliki Riau.

Benteng Bukit Cening itu sendiri terletak di Pulau Lingga, Kampung Seranggo, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Indonesia. Benteng ini menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang diabadikan dan dijaga oleh penduduk setempat untuk kemudian diperlihatkan kepada pengunjung.

Sekilas, memang terlihat kurang menarik, namun nyatanya banyak sekali pengunjung yang dibuat penasaran. Mengenai informasi dan penjelasan lebih lanjut perihal benteng ini akan dapat ditemukan pada pembahasan yang sudah terbagi ke dalam beberapa sub judul berikut.

Pesona Benteng Bukit Cening

Terdapat Meriam dengan jumlah 19 buah yang tersusun rapi di atas bantalan semen yang memiliki ukuran kurang lebih sebesar ½ meter. Meriam terbagi menghadap ke dua arah. Sebagian Meriam menghadap ke arah Utara dan sebagian lainnya diposisikan menghadap ke arah Timur.

Meski diperkirakan telah berumur ratusan tahun lamanya, kondisi tempat dan Meriam dinilai masih baik, utuh, dan sangat terjaga. Bahkan, ditemukan beberapa jejak berupa ukiran dalam wujud tulisan tahun pembuatan tempat ini beserta lambing pemiliknya yang terletak pada bagian pangkal batang Meriam.

Sejarah Benteng Bukit Cening

Benteng ini telah ada sejak masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah III yang memiliki kuasa penuh pada saat itu, tepatnya pada masa Kesultanan Lingga periode tahun 1761 sampai dengan 1812. Konon, benteng ini dibangun demi menambah pertahanan pemerintah di zamannya.

Fasilitas di Benteng Bukit Cening

Karena letak Benteng Bukit Cening yang dekat dengan jalan setapak di desa, tidak banyak fasilitas yang umum didapatkan wisatawan. Mungkin, bila berkunjung ke museum atau tempat bersejarah yang berada di kota, Anda dapat dengan mudah menemukan berbagai fasilitas pendukung seperti restoran atau tempat makan, penginapan seperti hotel, apartemen, losmen, ataupun motel.

Berbeda halnya dengan cagar budaya yang satu ini. Letak yang berdekatan dengan jalan setapak di desa membuat Anda sebaiknya tidak terlalu berharap banyak. Namun, Anda tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi misalnya. Tempat untuk melakukan hal tersebut pun dianggap masih layak, tidak kotor dan airnya juga bersih.

Kemudian, Anda dapat menemukan beberapa warung makan di sepanjang perjalanan untuk sekedar menghilangkan rasa lapar sekaligus mengisi tenaga. Lalu, bila Anda tertarik untuk menelusuri tempat ini lebih dalam, dan butuh penginapan, Anda dapat meminta tolong dengan sopan kepada penduduk setempat untuk mengizinkan menumpang menginap di rumahnya.

Akan tetapi, perlu diperhatikan juga peraturan atau norma – norma tidak tertulis yang ada di daerah sana agar Anda tidak membuat kesalahan dan menyebabkan membuat rasa tidak nyaman di antara kedua belah pihak. Selain itu, kesan buruk juga akan ditinggalkan dan kemungkinan besar selalu diingat penduduk setempat.

Baca Juga : Air Terjun Tande, Menikmati Air Terjun Dengan Pemandangan Memukau Kabupaten Lingga

Hunting Foto di Wisata ini

Benteng Bukit Cening berada di atas bukit yang cukup tinggi dengan luas 32m x 30 m. Nah, selain dapat berfoto – foto dengan beberapa meriam atau peninggalan bersejarah lainnya, Anda juga dapat mengambil foto bukit yang indah tersebut. Kapan lagi bisa berfoto dengan tempat wisata yang memiliki banyak sejarah dan kenangan pada zaman dulu?

Tips Berwisata ke Benteng Bukit Cening

Ketika sampai dan melihat – lihat benteng, mungkin sebagian besar dari Anda akan merasa terkagum – kagum dan sangat tertarik untuk mengetahui lebih jauh. Namun, jangan sampai rasa penasaran Anda membuat ‘harta berharga’ yang berada di tempat tersebut rusak.

Tetap jaga etika dan berhati – hatilah saat menjelajahi benteng tersebut, terutama ketika melihat peninggalan meriam. Selain itu, Anda juga harus tetap menjaga kebersihan dan bagi wanita gunakan sepatu kets atau yang mudah digunakan pada media lahan tanah. Karena tempatnya yang masih terjaga, sehingga sangat ‘asli’ sangat tidak memunginkan untuk menggunakan high heels yang pada akhirnya akan menyulitkan diri Anda sendiri.

Akses Menuju Benteng Bukit Cening

Bila berminat mengunjungi tempat ini, pertama – tama Anda harus sampai ke pelabuhan besar yang terdapat di Kepulauan Riau. Barulah setelah di sana Anda dapat menumpang pada kapal kecil yang biasa disewakan dengan harga yang sangat murah. Namun, jika Anda sedang terburu – buru, Anda dapat memilih untuk menyewa speedboat karena akan memakan waktu tempuh lebih sedikit.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk

Layaknya tempat bersejarah yang umum dikunjungi, Anda bisa mulai datang pukul 10.00 pagi sampai dengan 17.00 sore hari tanpa dikenakan harga tiket masuk. Guide tour di benteng tersebut juga berasal dari penduduk setempat karena dinilai lebih tahu dan paham mengenai tempat bersejarah tersebut. Hebatnya, itu semua dilakukan secara bergilir dengan sukarela. Itulah mengapa tidak ada harga tiket masuk yang harus dibayar pengunjung yang datang ke tempat ini.

Demikian ulasan singkat mengenai Benteng Bukit Cening. Selamat bersenang - senang.

Tempat Wisata Lainnya