Geopark Merangin, Situs Peninggalan Purbakala Tertua di Dunia
Geopark Merangin merupakan situs warisan peninggalan zaman purba yang ada di Kabupaten Merangin. Geopark ini memiliki koleksi berupa fosil-fosil dari daun, kayu, akar, hewan, dan juga kerang-kerangan. Fosil tersebut diperkirakan berumur lebih dari 300 juta tahun dan tersebar di sepanjang aliran Sungai Batang Merangin dan Sungai Mengkarang.

Kekayaan Kabupaten Merangin memang tak hanya pesona alamnya saja yang indah. Tetapi daerah ini juga memiliki situs warisan dunia dengan berbagai macam jenis fosil yang dikenal dengan Geopark Merangin. Sebuah kawasan konservasi, dan edukasi yang menjadi ikon dari Kabupaten Merangin. Rasanya seakan ada yang kurang jika berkunjung ke merangin, tetapi tak mampir di geopark ini.

Berbagai aneka fosil yang telah membatu dan berusia ratusan juta tahun bisa dijumpai di kawasan ini. Uniknya, tak hanya fosil saja wisatawan juga akan disuguhkan pemandangan alam yang masih asri dan lestari. Geopark Merangin diperkirakan memiliki koleksi yang jauh lebih lengkap dari geopark dinegara lain seperti Cina dan Amerika.

Geopark Merangin

Secara geografis, Geopark Merangin terletak di sepanjang kawasan Sungai Batang Merangin dan Sungai Mengkarang. Untuk berkunjung, terdapat dua cara yaitu dengan berarung jeram atau tracking disepanjang aliran sungai. Titik start biasanya dimulai di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Jambi. Jarak desa ini sekitar 35 kilometer dari Kota Bangko, dan bisa ditempuh dengan perjalanan selama kurang lebih 30 menit.

Tak susah untuk mencapai Desa Air Batu, karena jalannya sudah cukup baik dan bisa dilewati oleh kendaraan roda empat. Selain menggunakan kendaran pribadi, wisatawan juga bisa menuju desa ini dengan kendaraan umum atau menyewa travel. Sesampainya di Desa Air Batu, pengunjung bisa menggunakan jasa tour guide, untuk menyusuri kawasan Geopark Merangin.

Pesona Geopark Merangin

Masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, membuat kealamian Geopark Merangin sangat terjaga. Geopark ini diperkiranan memiliki berbagai peninggalan masa purba, dengan berbagai bentuk dan banyak tersebar disepanjang sungai. Tak hanya menarik sebagai tempat wisata, situs ini juga mendapat perhatian khusus dari para geolog dunia.

Penemuan fosil di Geopark Merangin berawal dari seorang penduduk yang menemukan sebuah fosil berukuran 2,5 meter di pinggir sungai. Saat melakukan arung jeram, warga tersebut secara tidak sengaja melihat fosil tersebut, dan akhirnya dilakukanlah penelitan mengenai fosil dari zaman purba ini. Fosil ini merupakan fosil dari kayu yang telah membatu.

Geopark Merangin

Para peneliti berpendapat, bahwa fosil tersebut terjadi akibat meletusnya gunung berapi disekitar dalam jangka waktu 20 juta tahun. Abu vulkanik dan letusan lava yang dihasilkan gunung berapi, membentuk proses pembekuan pada pohon purba, dan akhirnya tertimbun dalam abu vulkanik setebal 7 meter.

Menurut peneliti, fosil-fosil yang ada di Geopark Merangin ini sangatlah lengkap dan masih terjaga. Berbeda dengan yang ada di Cina dan Amerika, karena telah rusak karena kegiatan industri. Fosil yang ada di geopark ini didominasi dengan fosil kerang, fosil mutiara purba, serta fosil kayu. Sebagian besar dapat dijumpai pada bebatuan sepanjang Sungai Batang Merangin, dan ada juga yang masih tertimbun di dalam tanah.

Hingga saat ini memang masih sering dilakukan penelitian di Geopark Merangin. Tak hanya dari dalam negeri saja, pakar geolog juga banyak yang berasal dari luar negeri. Tentu peninggalan-peninggalan purba berusia lebih dari 300 juta tahun menjadi perhatian tersendiri. Diperkirakan geopark ini merupakan situs tertua yang ada di dunia, dan dijadikan sebagai media penelitian dalam evolusi bumi.

Pemerintah tengah berupaya menjadikan Geopark Merangin sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO. Geopark ini juga telah resmi bergabung dalam Geopark Nasional Indonesia pada 23 Desember 2013 lalu. Penelitian dan pengembangan pun terus dilakukan, untuk mempercepat dalam pengakuan UNESCO. Bukan tak mungkin, kawasan wisata ini akan menjadi tujuan wisata internasional kedepannya.

Fasilitas Geopark Merangin

Meskipun tergolong wisata alam, namun Geopark Merangin ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang memadai. Fasilitas-fasilitas ini dapat ditemukan pada desa-desa sekitar, seperti Desa Air Batu. Bagi yang hendak menuju ke desa tersebut, juga tersedia jasa travel dari Kota Jambi dan Kota Bangko.

Selain itu, terdapat pula fasilitas seperti toilet, tempat parkir dan juga mushola di Desa Air Batu. Bagi wisatawan yang ingin melakukan aktivitas arung jeram, bisa menyewa perahu karet dengan biaya sebesar Rp. 600.000 untuk 5 orang. Biaya sewa ini juga sudah termasuk jasa guide, yang akan menemani wisatawan berarung jeram dari titik start hingga finish.

Jika ingin tracking di sepanjang Sungai Batang Merangin, wisatawan juga bisa menyewa jasa pemandu sebesar Rp. 100.000 saja. Selain itu, di Desa Air Batu juga terdapat beberapa homestay yang meskipun tak mewah tetapi cukup nyaman untuk menginap. Terdapat pula kuliner-kuliner khas Jambi, yang bisa dijumpai wisatawan di Desa Air Batu.

Baca Juga: Dam Betuk, Waduk dengan Panorama Kebun Sawit dan Karet

Berkunjung ke Geopark Merangin tak hanya untuk berwisata saja, tetapi juga bisa menambah pengetahuan tentang peninggalan zaman purba. Berikut beberapa kegiatan yang bisa kamu lakukan saat berkunjung ke geopark ini.

Melihat Fosil dan Menikmati Keindahan Alam

Tak hanya berwisata saja menikmati indahnya pemandangan di sepanjang Sungai Batang Merangin, kamu juga bisa belajar dan mengenal tentang peninggalan masa purba berupa fosil-fosil. Aneka fosil dari kerang-kerangan, kayu, daun, dan hewan bisa kamu temukan pada batu-batu dipinggir sungai ini. Kebanyakan fosil-fosil ini bisa dilihat dengan jelas pada permukaan batu, dan seolah menempel pada batu- batu tersebut.

Kamu pun juga bisa merasakan sensasi berpetualang saat tracking di Sungai Batang Merangin. Geopark Merangin ini menawarkan panorama asri, dengan deretan pepohonan nan hijau. Selain itu, kamu pun bisa menjumpai beberapa air terjun eksotis di sepanjang aliran sungai. Kamu bisa mampir, sembari beristirahat dan menikmati panorama air terjun.

Rafting Menjelajahi Sungai

Bagi para penghobi olahraga arung jeram, juga bisa berkunjung ke Geopark Merangin dengan menaiki perahu karet. Unik memang, sekaligus berolahraga wisatawan bisa berwisata melihat aneka fosil dengan berbagai bentuk. Sungai Batang Merangin dikenal memiliki jeram berskala internasional, terdapat 6 jeram juga yang sangat ekstrim dan menantang.

Hunting Foto

Saat menyusuri sungai kamu juga bisa mengabadikan keindahan alam yang ditawarkan. Tak hanya itu saja, fosil-fosil dengan berbagai bentuk ini juga sangat menarik untuk kamu potret. Terkadang jika kamu datang diwaktu yang tepat, kamu juga bisa melihat gerombolan kelelawar. Kelelawar yang tengah migrasi dan berkembang biak ini, juga mencuri perhatian wisatawan untuk diabadikan dengan kamera.

Baca Juga: 235 Tempat Wisata di Jambi Paling Menarik dan Wajib Dikunjungi

Peta Lokasi Geopark Merangin

Tips Berwisata di Geopark Merangin

  • Sebaiknya jangan datang ke geopark saat cuaca tak bersahabat.
  • Persiapkan kondisi fisik terlebih dahulu, karena menjelajahi geopark ini cukup melelahkan.
  • Jika kamu ingin berarung jeram, kamu bisa mengajak teman dan kerabat dan hubungilah komunitas arung jeram setempat.
  • Gunakan alas kaki atau sepatu yang nyaman, dan tetap berhati-hati saat tracking karena batuan yang cukup licin.
  • Selalu jaga kelestarian geopark ini, karena merupakan salah satu situs bersejarah tertua di dunia.
  • Wisatawan harus menjaga kebersihan geopark, dan juga tak boleh membuang sampah sembarangan di sepanjang aliran sungai.  

Tempat Wisata Lainnya