Gunung Limo, Berwisata Sambil Menantang Nyali untuk Mencapai Puncak
Kabupaten Pacitan terletak di Pulau Jawa Pantai Selatan dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ini juga pintu gerbang ke Jawa Barat dengan kondisi gunung fisik kapur memanjang dari gunung kidul ke Trenggalek yang dihadapi ke Samudera Indonesia.

Masih banyak dari kita yang melupakan manfaat dan fungsi dari sebuah wisata atau liburan yang bisa kita lakukan di saat kita mempunyai waktu luang. Dalam kehidupan sehari-hari kita pastinya melewati banyak sekali kegiatan yang tidak jarang membuat kita stres atau jenuh, belum lagi keadaan perkotaan yang macet dan penuh dengan polusi semakin menambah rasa penat kita saat kita sudah melakukan semua kegiatan dan bisa kembali ke rumah. Rasa penat, stres dan jenuh tersebut bisa berdampak tidak baik bagi kesehatan kita jika membiarkannya. Untuk mengatasi hal tersebut, anda bisa melakukan berbagai macam kegiatan yang menyenangkan salah satunya adalah berwisata ke berbagai macam tempat. Bahkan anda tidak perlu menghamburkan uang, karena sudah banyak tempat wisata di sekitar anda yang bahkan tidak membutuhkan biaya tiket masuk.

Contoh tempat wisata yang bisa anda datangi adalah Gunung Limo, yang lokasi tepatnya ada di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Bagi anda yang sangat menyukai petualangan dan tantangan mendaki gunung, datang ke tempat ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Jika ditinjau secara fisik, Gunung Limo adalah kumpulan beberapa gunung yang ada di wilayah Pacitan yang berjajar lima dan terlihat unik saat anda memandang dari pusat kota ataupun sekeliling dari Gunung Limo ini. Gunung ini juga menjadi ciri khas kabupaten Pacitan karena memang sejarah dari Gunung Limo yang cukup mempunyai pengaruh signifikan dalam sejarah Pacitan. Gunung Limo menjadi simbol dalam lambang Kota 1001 Goa ini. Gunung Limo ini terdiri dari lima gunung, yaitu Gunung Gembuk, Gunung Pakis Cakar, Gunung Lanang, Gunung Kukusan, dan Gunung Lima Mantren. Namun yang lebih di kenal sebagai Gunung Limo dan lebih sering di kunjungi adalah Gunung Limo Satu atau Gunung Limo Mantren.

Track untuk menuju ke puncak Gunung Limo memang cukup menantang, apalagi saat pindah jalur dari tangga besi vertikal ke tanah sempit sebelum masuk ke Selo Matangkep. Dinamakan demikian karena bentuknya memang seperti batu bertangkup yang menyisahkan celah sempit di antaranya untuk lewat. Untuk berjalan melewatinya anda harus memiringkan tubuh dan mengatur posisi tepat untuk melewati Selo Matangkep yang mempunyai panjang sekitar 10 meter. Setelah dari sana, jalan masih naik dengan kemiringan tinggi dan di antara akar-akar pohon.

 

Fasilitas di Gunung Limo

Sayangnya anda tidak bisa berharap banyak untuk masalah fasilitas. Karena masih sedikit yang bisa anda temukan dan gunakan di sana, seperti di antaranya adalah;

- Lahan parkir

Untuk anda para wisatawan yang membawa kendaraan pribadi, jangan khawatir mengenai tempat parkir karena di obyek wisata ini juga telah disediakan lahan parkir yang memadai untuk menampung kendaraan pengunjung.

- Pos istirahat

Jika anda kesana berniat untuk mendaki, di Gunung Limo anda akan menemui beberapa pos untuk tempat beristirahat entah hanya sekedar duduk-duduk sembari mengatur nafas atau sambil menikmati perbekalan makanan dan minuman yang anda bawa dari rumah.

- Toilet umum

Salah satu fasilitas penting ini juga telah tersedia di kawasan Gunung Limo, jadi bagi anda yang ingin menggunakan kamar mandi tidak perlu lagi harus mencari karena di tempat ini telah ada dua buah toilet yang bisa anda gunakan.

Semoga kedepannya, pemerintah atau mungkin dari pihak swasta bisa lebih mengelola Gunung Limo dengan baik dan membangun fasilitas-fasilitas lainnya yang bisa meningkatkan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun asing.

 

Hunting Foto di Gunung Limo

Jika anda menyukai seni fotografi, di tempat ini anda akan dimanjakan sekali dengan berbagai pemandangan dan spot-spot foto yang menarik, seperti di pepohonan yang asri dengan latar belakang pemandangan kabupaten Pacitan, di sini anda bisa memanfaatkan lingkungan di sekitarnya sebagai tempat untuk berfoto saat anda bersama keluarga atau teman-teman. Anda juga bisa mengabadikan berbagai panorama yang ada di sekitar, seperti hutan dan panorama pedesaan yang bisa anda saksikan dari batu Pongaan. Dan karena di sini terdapat banyak pendaki lain, anda bisa memanfaatkan pemandangan mereka untuk anda jadikan sasaran target lensa kamera anda. Jika sudah mendapatkan cukup banyak foto, jangan lupa untuk diunggah ke media sosial, itung-itung anda membantu memperkenalkan obyek wisata Gunung Limo ke masyarakat banyak.

 Baca juga : Teluk Kletekan, Berwisata Sambil Melakukan Snorkling yang Asyik

Akses Jalan Menuju ke Gunung Limo

Dari terminal Bungurasih, pilih bus langsung ke Pacitan (Aneka Jaya) Yang hanya Ada pukul 8.30, 9.30, 17.30, Dan 18.30. Tapi jika anda ketinggalan bus ini atau ingin berangkat two sesuai dengan jadwal bus, anda pilih jalur agak panjang yaitu Naik bus ke Ponorogo, lalu lanjut ke Pacitan.

Dari terminal Pacitan, tidak Ada angkot ke Gunung Limo. Cara mencapai gunung Limo bisa memakai pilihan ojek atau angkot kalau berbanyak. Tarifnya tawar menawar biasanya.

- by train: Dari Surabaya bisa Naik kereta api KRD sampai Kediri atau Tulungagung, lalu lanjut bus ke Pacitan.

 

Jam Buka dan Tiket Masuk ke Gunung Limo

Obyek wisata Gunung Limo dibuka selama 24 jam untuk para wisatawan yang mau berkunjung, dan juga anda yang akan kesana tidak perlu membayar tiket masuk, hanya perlu membayar biaya tiket parkir saja bagi yang membawa kendaraan pribadi.

 

Tips Berlibur ke Gunung Limo

  • Pastikan anda dalam kondisi yang prima
  • Pakailah alas kaki yang nyaman
  • Persiapkan kendaraan yang akan anda gunakan
  • Bawalah bekal makanan dan minuman dari rumah
Loading...

Artikel Terkait