Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Penuh Legenda di Lembang
Kota Bandung, Jawa Barat​ tak hanya identik dengan wisata kuliner, ada hal menarik dari kota kembang ini yaitu kekayaan wisata alamnya. Salah satu objek wisata​yang menarik dikunjungi dan menjadi incaran para wisatawan di Bandung adalah Gunung Tangkuban Perahu​.

Kota Bandung, Jawa Barat tak hanya identik dengan wisata kuliner, ada hal menarik dari kota kembang ini yaitu kekayaan wisata alamnya. Salah satu objek wisata yang menarik dikunjungi dan menjadi incaran para wisatawan di Bandung adalah Gunung Tangkuban Perahu.

Gunung yang populer berkat legenda Dayang Sumbi dan Sangkuriang ini memiliki pemandangan alam yang sangat luar biasa indahnya. Selain itu suhu alam pegunungannya yang dingin tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung.


Fasilitas di Gunung Tangkuban Perahu

Di sekitar kawasan Gunung Tangkuban Perahu terdapat banyak terdapat hotel yang bisa Anda gunakan untuk menginap. Selain itu ada juga toko kecil yang menjual berbagai souvenir seperti topi, syal, sarung tangan, masker dan kerajinan dari kayu. Sangat cocok dijadikan oleh-oleh atau cinderamata kenang-kenangan.

Selain itu, ada juga warung makan yang menjual mi rebus, teh hangat dan ketan bakar yang merupakan makanan khas Lembang. Fasilitas penunjang objek wisata pun sudah disediakan seperti area parkir yang luas dan lapang, toilet dan musola yang cukup memadai.

Sejarah Gunung Tangkuban Perahu

Asal usul terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu erat kaitannya dengan cerita Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Konon zaman dahulu, hidup seorang perempuan cantik jelita bernama Dayang Sumbi. Ia hidup berdua dengan anak lelakinya bernama Sangkuriang di sebuah hutan belantara.  Mereka hidup bersama seekor anjing bernama si Tumang yang merupakan penjelmaan ayah dari  Sangkuriang.

Pada suatu hari, saat Sangkuring pergi berburu bersama Tumang, ia tidak mendapatkan seekor rusa pun untuk dimakan. Akhirnya ia pun membunuh Tumang dan membawa dagingnya ke rumah. Setelah daging Tumang dimasak oleh Dayang Sumbi, Sangkuriang mengakui bahwa daging yang mereka makan adalah Tumang.

Dayang Sumbi yang murka segera melempar batu sampai mengenai kepala Sangkuriang.  Ia pun mengusir Sangkuriang pergi. Dayang Sumbi menyesal karena sudah mengusir Sangkuriang, berdoa diberi umur panjang dan awet muda supaya bisa bertemu Sangkuriang kembali.

Setelah beberapa tahun mereka pun bertemu. Dayang Sumbi masih muda dan semakin cantik membuat Sangkuriang jatuh cinta kepada ibunya sendiri. Saat Dayang Sumbi diajak menikah oleh Sangkuriang, ia sadar bahwa Sangkuriang adalah anaknya yang telah lama pergi.

Dayang Sumbi pun mencari cara agar mereka tidak jadi menikah. Setelah meminta petunjuk, Dayang Sumbi mengajukan syarat agar Sangkuriang membuat danau dan perahu dalam semalam. Menjelang pagi, saat danau dan perahu hampir selesai, Dayang Sumbi berdoa agar matahari segera terbit.

Doa Dayang Sumbi terkabul sementara Sangkuriang belum menyelesaikan perahunya. Sangkuriang marah dan menendang perahu setengah jadinya itu ke tengah danau. Perahu pun mendarat dalam posisi terbalik. Perahu itulah yang kemudian disebut Gunung Tangkuban Perahu.

Gunung Tangkuban Perahu merupakan sebuah gunung aktif dengan ketinggian 2084 di atas permukaan laut. Letusan gunung ini menyebabkan munculnya 3 kawah yaitu Kawah Upas, Kawah Domas dan Kawah Ratu. Selain itu, di lereng Gunung Tangkuban Perahu terdapat hamparan  perkebunan teh yang membuat Anda betah berlama-lama di sana.

Hunting Foto di Gunung Tangkuban Perahu

Spot berfoto-foto terbaik dan paling menarik di Gunung Tangkuban Perahu terletak pada Kawah Ratu. Pemandangan kawahnya yang cantik sangat menarik untuk diabadikan dengan jepretan kamera. Tanah di sekitar kawah berwarna putih dengan batu-batu berwarna kekuningan karena kandungan belerang.

Terdapat juga asap yang mengepul dari kawah yang dapat dijadikan objek menarik berfoto-foto. Di Kawah Ratu juga disediakan kuda bagi Anda yang ingin berkeliling disekitarnya. Tentunya sangat intagrammable momen saat Anda menunggang kuda di Kawah Ratu ini.


Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Gunung Tangkuban Perahu

Bagi Anda yang merupakan wisatawan domestik, harga tiket masuknya sebesar Rp 13.000. Untuk parkir motor Rp 5.000, mobil Rp 10.000 dan bus Rp 20.000. Sementara itu, bagi wisatawan asing tiket masuknya sebesar Rp 50.000. Untuk parkir motor Rp 7.000, mobil Rp 15.000 dan bus Rp 25.000. Gunung Tangkuban Perahu buka setiap hari pukul 08.00 – 17.00 WIB.

Akses Lokasi Menuju Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu berlokasi di Cikole, Lembang, Bandung Utara, Jawa Barat. Ada dua rute yang dapat ditempuh untuk menuju lokasi gunung ini jika menggunakan kendaraan pribadi. Rute pertama adalah sekeluarnya dari pintu tol Pasteur menuju Jalan Dr. Djunjunan. Kemudian melalui Pasirkaliki dan Sukajadi. Setelah itu sesampainya di Setiabhudi menuju Lembang. Barulah di Lembang ini lokasi Gunung Tangkuban Perahu.

Sedangkan rute kedua dengan kendaraan pribadi adalah dari pintu tol Padalarang menuju arah Cimahi, kemudian belok kiri ke arah Jalan Kolonel Masturi. Setelah sampai pertigaan Jalan Raya Lembang belok kiri lagi dan disitulah lokasi Gunung Tangkuban Perahu.

Sementara itu, bagi yang menggunakan angkutan umum dapat berangkat dari Terminal Leuwi Panjang di Bandung. Kemudian perjalanan diteruskan dengan naik bus jurusan Bandung – Indramayu. Lalu turun di pertigaan gerbang Gunung Tangkuban Perahu.

Bagi yang naik kereta api, dari Stasiun Hall di Bandung dilanjutkan dengan naik angkutan umum jurusan Stasiun Hall menuju Lembang. Lalu turun di perempatan (Lembang – Maribaya – Tangkuban Perahu) kemudian naik angkutan umum lagi jurusan Lembang menuju Cikole. Barulah setelah itu turun di pinggir kawah Gunung Tangkuban Perahu.

Tips Berwisata di Gunung Tangkuban Perahu

  • Bawalah masker penutup hidung dan mulut jika berkunjung ke sini untuk menghindari bau gas sulfur atau belerang yang tajam.
  • Pakailah sepatu saat mengunjungi lokasi wisata ini demi kenyamanan saat Anda menelusuri kawasan gunung ini.
  • Bawalah sweater dan jaket karena suhu udara malam hari bisa mencapai 2 derajat celcius.
  • Jagalah kebersihan dengan selalu membuang sampah pada tempat yang  sudah disediakan oleh pihak pengelola.
  • Bawalah payung dan topi untuk menjaga kenyamanan supaya terhindar dari sengatan terik matahari.

Jika Anda sedang berada  di kota Bandung, jangan lewatkan untuk berwisata ke Gunung Tangkuban Perahu. Gunung yang terkenal dengan sejarahnya ini masih terjaga kelestariannya, keasrian dan kesegaran udaranya. Daya tarik inilah yang tidak boleh Anda lewatkan. Tentunya akan menjadi pengalaman berwisata yang berkesan dan tak terlupakan di Gunung Tangkuban Perahu ini.

Tempat Wisata Lainnya