Makam Sultan Iskandar Muda, Makam Sultan Termahsyur Kesultanan Aceh
Makam Sultan Iskandar Muda adalah makam dari seorang sultan paling termahsyur yang pernah membawa Kesultanan Aceh pada masa kejayaan pada abad ke 17. Makam ini pernah dihilangkan jejaknya oleh Belanda, dan berhasil ditemukan lagi oleh petunjuk dari Pocut Meurah.

Aceh pernah berada di masa keemasan ketika Kesultanan Aceh menjadi salah satu kerajaan terbesar Islam di dunia. Kawasan ini menjadi pusat perdagangan dunia, serta merupakan tempat singgah kapal-kapal dagang dari Eropa dan Asia. Sisa-sisa kejayaan Aceh dimasa lampau sedikitnya meninggalkan berbagai situs sejarah yang kini bisa dikunjungi, salah satunya adalah Makam Sultan Iskandar Muda.

Makam Sultan Iskandar Muda kini menjadi tujuan wisata ziarah yang banyak dikunjungi wisatawan. Pemerintah juga mengingatkan, betapa pentingnya untuk selalu mengenang masa kejayaan Aceh guna membangun masa depan yang lebih baik. Makam milik Sultan paling termahsyur di Aceh ini juga menjadi daya tarik tersendiri, bagi para wisatawan penggila sejarah.

Makam Sultan Iskandar Muda

Secara geografis, letak Makam Sultan Iskandar Muda ini berada Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh. Lokasinya juga sangat dekat dengan Meuligoe Aceh, tempat dimana Gubernur Aceh tinggal. Letak makam ini juga tak jauh dari Museum Aceh, yang bisa ditempuh pengunjung dengan menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi.

Makam Sultan Iskandar Muda ini dulunya pernah dihilangkan jejaknya oleh Belanda, ketika rakyat Aceh berperang melawan Belanda. Hal ini dilakukan agar menghilangkan hubungan antara rakyat Aceh dan Sultan Iskandar Muda. Untungnya, makam tersebut bisa kembali ditemukan berkat jasa Pocut Meurah yang ingat bahwa makam Sultan berjarak 44 langkah dari Krueng Daroy.

Sejarah Makam Sultan Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda merupakan raja dari Kesultanan Aceh yang memimpin pada periode 1607-1636. Beliau sudah diangkat menjadi raja ketika usianya baru 17 tahun. Bersama Sultan Iskandar Muda Kesultanan Aceh mencapai era keemasan usai berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di nusantara hingga Malaysia.

Beliau juga dikenal sebagai pemimpin yang adil, bijaksana, arif, cakap dan tak kenal menyerah dalam memerangi kolonialisme Belanda. Saking adilnya, bahkan beliau memberi hukuman kepada anaknya, Meurah Pupok yang melakukan kesalahan. Makam Meurah Pupok sendiri bisa ditemukan di Kerkhof Peucut.

Ketika masa kepemimpinannya, Aceh mencapai puncak kejayaan dan sangat disegani oleh kerajaan lain tak hanya di nusantara namun hingga ke berbagai belahan Dunia. Aceh kala itu, merupakan kawasan penting sebagai pusat perdagangan Internasinal. Kapal-kapal besar banyak yang singgah di kawasan ini, karena lokasinya memang sangat strategis.

Sultan Iskandar Muda juga dikenal menjalin hubungan baik dengan beberapa negara Eropa seperti Prancis, Inggris, dan Turki. Di era keemasaan tersebut, Kesultanan Aceh berhasil masuk dalam 5 besar kerajaan Islam dunia pada abad 17. Sultan Iskandar Muda meninggal pada 27 Desember 1936, dan kepemimpinan Aceh diteruskan oleh Sultan Iskandar Tsani.

Ziarah Makam Sultan Iskandar Muda

Ketika memasuki area makam, pengunjung akan disambut dengan pintu gerbang yang masih berbentuk batu berundak layaknya candi. Didalam makam telah terdapat jalan yang dipaving, sehingga memberikan kenyamanan kepada para pengunjung yang hendak berziarah. Kondisi makam pun dirawat dengan baik, bisa dijumpai rerumputan yang rapi serta pepohonan disekitar makam.

Pengunjung bisa menemukan makam paling besar yang dilindungi dengan pagar tak terlalu tinggi serta berada disebuah bangunan beratap kokoh. Makam ini berbentuk persegi panjang bertingkat, serta berhiaskan kalimat zikir berwarna emas yang terukir pada setiap sudut makam. Diatasnya terdapat dua buah batu nisan, berwarna hitam serta dihiasi aksen emas.

Makam Sultan Iskandar Muda

Makam Sultan Iskandar Muda ini memang sering dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah. Di makam ini juga sering dilakukan pengajian bersama, serta zikir bersama untuk memperingati wafatnya Sultan Aceh paling terkenal ini. Selain makam, di tempat ini wisatawan juga bisa menemukan meriam yang digunakan saat perang Aceh, serta berbagai jenis senjata kuno.

Tak hanya Makam Sultan Iskandar Muda, pada tempat ini terdapat beberapa makam lain yang dipercaya milik dari anggota keluarga Kesultanan Aceh. Makam-makam ini memiliki bentuk batu nisan, serta ukiran yang berbeda. Dimakam-makam ini juga terdapat semacam prasasti yang bertuliskan nama-nama pemilik makam yang masih merupakan keluarga Kesultanan Aceh.

Menurut beberapa orang, Makam Sultan Iskandar Muda yang kini bisa dilihat bukan merupakan makam yang asli. Dahulu, malam Sultan Aceh ini dipercaya memiliki nisan dengan kaligrafi ayat Al-Qur’an serta bertahtakan emas dan berlian. Namun peristirahatan terakhir Sultan Iskandar Muda memang terletak disekitar kawasan ini, yaitu dekat Krueng Daroy.

Dengan berkunjung ke Makam Sultan Iskandar Muda ini, generasi penerus setidaknya bisa meneladani kearifan dan keadilan Sultan Iskandar Muda. Hal ini juga sangat penting, untuk mengenang masa kejayaan Aceh yang pernah berada di puncaknya ketika dibawah pimpinan beliau. Sebagai generasi penerus kita bisa mencontoh semangat, dan menjadikan panutan untuk membangun masa depan.

Fasilitas Makam Sultan Iskandar Muda

Makam Sultan Iskandar Muda ini juga dilengkapi fasilitas yang cukup memadai bagi para peziarah. Seperti terdapat toilet umum, tempat parkir yang luas, serta mushola tak jauh dari makam yang bisa digunakan untuk ibadah. Disekitar lokasi, juga ditemui banyak masjid besar bagi para pengunjung yang hendak menunaikan sholat.

Usai berziarah, pengunjung bisa mengelilingi Banda Aceh untuk berwisata kuliner. Tersedia banyak sekali penjaja kuliner khas Aceh yang bisa dicicipi. Bagi yang ingin menginap, juga terdapat hotel serta penginapan yang bisa dipilih pengunjung di Banda Aceh.

Baca Juga: Taman Ratu Safiatuddin, Untuk Mengenang Sang Ratu Aceh

Berkunjung ke Makam Sultan Iskandar Muda merupakan pilihan menarik untuk mengenang sejarah kejayaan Aceh dimasa lalu, berikut beberapa kegiatan yang bisa dilakukan ketika berada di makam.

Berziarah di Makam

Kamu bisa berziarah di Makam Sultan Iskandar Muda serta turut mendoakan beliau yang pernah berjasa membawa harum nama Aceh dikancah Internasional. Jika kamu ingin berziarah, kamu bisa datang ketika memperingati wafatnya beliau yang jatuh setiap tanggal 27 Desember. Akan banyak dijumpai para peziarah yang memenuhi kompleks pemakaman ini.

Selain berziarah, kamu juga bisa wisata sejarah dengan melihat berbagai senjatan kuno seperti meriam, dan senapan yang kini dipajang tak jauh dari lokasi makam. Senjata-senjata ini digunakan ketika Perang Aceh melawan kolonialisme Belanda. Apalagi jika kamu seorang pecinta sejarah, maka tempat ini wajib kamu kunjungi.

Hunting Foto

Dimakam ini, kamu juga bisa memotret berbagai objek menarik seperti meriam dan senapan berada disekitar makam. Selain itu, kamu juga bisa memotret makam karena makam ini memiliki keindahan pada ukiran kaligrafi yang terpatri berwarna emas. Usai puas memotret di makam, kamu bisa berkeliling untuk mencari objek lain.

Makam Sultan Iskandar Muda lokasinya memang sangat dekat dengan Museum Aceh. Disini kamu bisa memotret berbagai koleksi unik, seperti senjata kuno, naskah-naskah kuno, benda masa prasejarah, serta peninggalan jaman Kesultanan Aceh. Keindahan Rumoh Aceh juga bisa kamu bidik dengan kamera.

Baca Juga: 250 Tempat Wisata di Aceh Paling Menarik dan Wajib Dikunjungi

Peta Lokasi Makam Sultan Iskandar Muda

Tips Berkunjung ke Makam Sultan Iskandar Muda

  • Gunakanlah pakaian yang sopan dan tertutup ketika berkunjung ke makam.
  • Jagalah tutur kata dan berperilakulah sopan didalam makam.
  • Jagalah kebersihan makam, dan jangan mengotorinya dengan sampah.
  • Jagalah kelestarian makam, serta jangan merusak fasilitas dan bangunan yang ada didalamnya.

Tempat Wisata Lainnya