Masjid Keramat, Keajaiban Masjid yang Selalu Lolos dari Bencana
Masjid Keramat merupakan masjid di Koto Tuo Pulau Tengah, Kerinci. Masjid ini dikatakan keramat karena selalu saja lolos dari berbagai peristiwa bencana yang terjadi di desa setempat. Selain itu, masjid kuno ini juga menjadi salah satu masjid tertua di Kerinci.

Masyarakat Kerinci dikenal berpegang teguh dengan nilai adat dan budaya. Selain itu, sebagian besar penduduk Kerinci juga merupakan pemeluk agama Islam yang taat. Agama Islam masuk pada daerah ini pada sekitar abad 18 Masehi, dan semakin pesatnya Islam dibangunlah beberapa masjid yang masih bisa dijumpai hingga sekarang, seperti Masjid Keramat.

Nama dari masjid ini memang sangatlah unik, dan terdengar sangat aneh. Bukannya masjid angker, atau dihuni banyak makhluk halus melainkan sempat beberapa kali terjadi peristiwa ajaib pada tempat ibadah ini. Tak hanya keunikan namanya, salah satu masjid tertua di Kerinci ini juga berhiaskan ukir-ukiran indah pada beberapa bagian bangunannya.

Secara administratif, Masjid Keramat terletak pada Desa Koto Tuo Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, Jambi. Lokasi dari masjid ini berjarak sekitar 16 kilometer dari Kota Sungai Penuh, yang bisa ditempuh dengan perjalanan selama 40 menit hingga satu jam. Lokasinya pun tak jauh dari Danau Kerinci.

Sejarah Masjid Keramat

Masjid Keramat dibangun pada tahun 1896 Masehi, dan merupakan salah satu masjid tertua di Kerinci selain Masjid Agung Pondok Tinggi. Pemberian nama “keramat” sendiri didapat dari keajaiban masjid, yang selalu lolos dari berbagai bencana. Tercatat dua kali terjadi peristiwa kebakaran di Desa Pulau Tengah, yaitu pada tahun 1903 dan 1939.

Saat kebakaran tersebut membumi hanguskan seluruh rumah-rumah yang ada disekitar masjid, dengan ajaibnya masjid ini seolah terlindung dari kobaran api. Tak ada secuil pun bagian bangunan yang hangus, ataupun rusak dilahap si jago merah. Pada tahun 1942 saat terjadi gempa bumi di Pulau Tengah, masjid ini pun tak mengalami kerusakan.

Menurut kisah dari sesepuh setempat, Masjid Keramat pun menjadi saksi bisu akan perjuangan rakyat Kerinci dalam melawan penjajah. Diketahui tentara Belanda pertama kali menginjakkan kaki di bumi Kerinci pada tahun 1903. Masyarakat Desa Pulau Tengah pun menolak kedatangan para penjajah, dan terjadilah pertempuran yang melibatkan dua pihak.

Perlawanan dari penduduk pun akhirnya bisa dilumpuhkan oleh tentara Belanda, dan Belanda berhasil menguasai benteng pertahanan rakyat. Usai pertempuran tersebut, dibuat sebuah perjanjian tentang gencatan senjata antara Belanda dan warga pribumi. Namun berselang setelah perjanjian dibuat, Belanda pun mengkhianati janji tersebut dengan membumi hanguskan Desa Pulau Tengah.

Pada peristiwa kebakaran itulah Allah menunjukkan kuasanya dengan melindungi Masjid Keramat. Masjid yang sebagian besar bangunannya terbuat dari kayu ini tetap utuh seolah tidak terjadi sesuatu. Pemerintah Belanda yang terkesan dengan keunikan sejarah masjid ini pun akhirnya melindungi masjid dalam sebuah undang-undang sebagai salah satu peninggalan sejarah.

Pesona Masjid Keramat

Berdiri lahan seluas 2.650 meter persegi, dan memiliki luas bangunan sekitar 27 x 27 meter masjid ini pun memiliki daya tarik pada sisi arsitekturnya. Bangunan masjid dikelilingi dua pagar tembok, dengan ketinggian berbeda. Bangunan masjid sendiri dibagi menjadi dua bagian yaitu ruang utama dan serambi. Dinding-dinding masjid terbuat dari papan, serta memiliki pintu berhiaskan keramik bermotif bunga.

Pada dinding bagian utara, selatan dan barat merupakan dinding papan yang disusun secara sejajar. Sedangkan pada bagian timur, dinding papan dipugar dan diganti dengan tembok karena telah rusak. Papan-papan ini dihiasi dengan motif berbentuk botol, diberikan pula lubang-lubang sebagai ventilasi udara.

Masjid Keramat

Bagian dinding luar masjid pun juga dihiasi dengan motif berbentuk mata tombak, berwarna hijau, merah dan kuning. Bisa dijumpai pula hiasan atau relung yang terdapat pada setiap sudut bangunan masjid. Pada bagian atas pintu, dihiasi dengan lengkungan berwarna hijau, serta motif persegi panjang dan empat buah belah ketupat.

Masjid Keramat ditopang dengan 25 tiang penyangga yang dibagi dalam tiga bagian. Tiang pertama berjumlah 20 buah, sebagai penyangga bagi atap pertama. Tiang-tiang ini terletak pada dinding, dan memiliki ketinggian sekitar 2,35 meter. Terdapat pula berbagai macam hiasan bermotif dedaunan, bunga-bunga yang sangat cantik dan menawan.

Sedangkan tiang kedua merupakan tiang penyangga untuk atap kedua. Tiang ini berjumlah empat buah dan memiliki bentuk serta ukuran yang sama. Pada bagian bawah tiang, diletakkan semacam umpak batu sebagai penguat tiang. Terakhir tiang utama sebagai penyangga atap ketiga, tiang ini berjumlah satu buah dan berada ditengah ruang masjid.

Didalam Masjid Keramat juga memiliki mihrab yang terletak pada sebelah barat ruang utama. Mihrab ini dilapisi dengan keramik bermotif bunga-bunga. Terdapat pula mimbar tepat berada di samping mihrab. Mimbar ini terbuat dari kayu dan berbentuk layaknya kursi dengan dilengkapi anak tangga. Terdapat pula beberapa tiang-tiang disekitar mihrab dan mimbar ini.

Secara garis besar, arsitektur dari Masjid Keramat ini memang menganut masjid-masjid di Indonesia pada zaman dahulu dengan atap limas bersusun tiga. Ditemukan pula 3 buah beduk yang tempatnya terpisah, dua buah beduk terdapat diruang utama masjid sedangkan satu buah terletak terpisah diluar masjid.

Fasilitas Masjid Keramat

Masjid Keramat juga memiliki beberapa fasilitas yang lengkap untuk menunjang kegiatan beribadah. Seperti tempat wudhu, kamar mandi, pengeras suara, dan juga halaman parkir yang cukup luas. Namun masjid kuno ini perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat untuk melestarikan serta menjaga cagar budaya warisan nenek moyang.

Berada ditengah-tengah pemukiman penduduk, membuat pengunjung bisa dengan mudah menemukan pedagang ataupun warung yang menjual makanan. Apabila hendak bermalam, di Kecamatan Keliling Danau pun terdapat beberapa penginapan dan hotel tak jauh dari Danau Kerinci.

Baca Juga: Masjid Agung Pondok Tinggi, Keindahan Sebuah Masjid Kuno di Kerinci

Dengan berkunjung ke Masjid Keramat, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman baru serta lebih mengenal tentang bangunan bersejarah ini. Dibawah ini merupakan kegiatan-kegiatan yang bisa kamu lakukan saat berwisata di masjid tersebut.

Wisata Religi dan Menikmati Keindahan Masjid

Apabila kamu senang berwisata religi, maka tiada salah untuk berkunjung ke Masjid Keramat di Koto Tua Pulau Tengah ini. Kamu bisa bersembayang didalam masjid, serta melihat secara langsung bangunan yang dilindungi Allah dari berbagai musibah. Keindahan bangunan masjid pun bisa kamu nikmati usai menunaikkan ibadah sholat.

Kamu dapat berkeliling masjid, serta melihat keberbagai sudut masjid yang dihiasi dengan berbagai macam ukiran dan motif nan indah. Bagian dalam masjid pun juga sangat menarik, terdapat sebuah tiang penyangga besar yang berjumlah satu, serta mihrab dan mimbar dengan keunikan tersendiri.

Hunting Foto

Kamu pun diperbolehkan untuk memotret Masjid Keramat, namun kamu harus meminta izin terlebih dahulu kepada penjaga masjid. Mulai dari bagian luar bangunan hingga interior masjid menawarkan keindahan dan daya tarik tersendiri yang sayang jika tak kamu abadikan.

Baca Juga: 235 Tempat Wisata di Jambi Paling Menarik dan Wajib Dikunjungi

Peta Lokasi Masjid Keramat

Tips Berwisata di Masjid Keramat

  • Datanglah ke masjid ini, dengan menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup.
  • Saat berada dilingkungan masjid, jagalah setiap tutur kata dan perilakumu.
  • Pengunjung diharapkan untuk menghormati para jemaah yang tengah beribadah, dan dilarang mengganggu.
  • Kelestarian masjid ini wajib dijaga, karena merupakan cagar budaya sebagai penerus bangsa kamu pun harus ikut menjaganya.
  • Selalu buang sampah ditempatnya, dan janganlah kamu mengotori masjid.

Tempat Wisata Lainnya