Masjid Tiban, Berwisata Sambil Mengenal Kebudayaan Religi
Malang adalah salah satu kota yang bersih dan sejuk di Jawa Timur, tanpa diragukan lagi, sudah terkenal sejak dulu. Sisa-sisa sejarah yang tersebar di sekitar Malang menampilkan bahwa tempat ini memainkan peran penting di masa depan dan membentang dari 112 ° 17 '10,90 ° sampai 112 ° 57' 0,00 ° BT Bujur dan memanjang dari 7 ° 44 '55,11 ° sampai 8 ° 26 '35,45 ° Lintang Selatan.

Padatnya kegiatan atau kerjaan yang anda lakukan sehari-hari sering memberikan perasaan stres dan tekanan yang berat dalam hidup anda, maka dari itu liburan terbilang penting agar anda bisa melemaskan otot di badan anda dan menikmati keindahan alam yang diciptakan Yang Maha Kuasa sekaligus melarikan diri dari penatnya keadaan kota yang penuh dengan kemacetan dan polusi udara yang bisa merusak kesehatan. Malang sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur bisa menjadi tujuan wisata yang pas terutama jika anda mencari obyek wisata alam, karena di sana anda bisa menemukan banyak sekali wisata alam yang mengagumkan. Namun tidak hanya wisata alam, wisata religi pun tidak kalah seru seperti yang akan kita bahas kali ini yaitu Masjid Tiban.

Masjid Tiban adalah salah satu tempat wisata religi yang bisa anda kunjungi di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang–Jawa Timur. Berbagai jenis wisata memang bisa anda pilih di manapun yang anda suka, mulai dari wisata alam, wisata air, wisata sejarah, bahkah wisata religi. Yang terakhir memang tidak banyak dipilih anak muda, tapi sebenarnya tidak kalah seru dan menyenangkan juga. Selain berwisata, kita bisa belajar lebih tentang sejarah agama Islam atau tempat-tempat yang berhubungan dengan suatu agama agar kita bisa menambah ilmu pengetahuan. Nah jika anda sedang berkunjung ke Malang, tidak ada salahnya untuk datang ke Masjid Tiban yang mempunyai kisah unik.

Masjid Tiban atau yang disebut juga Masjid Ajaib sebenarnya merupakan Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba’a Fadlrah). Nama panjang tersebut mempunyai arti Laut Madu atau, "Fadilah Rohmat" (Segarane, Segara, Madune, Fadhole Rohmat-terjemahan Bahasa Jawa. Disebut Masjid Tiban sendiri karena konon kabarnya masjid megah dan indah ini dibangun tanpa sepengetahuan penduduk sekitar sana. Mitos yang berkutat juga terdengar agak seram yaitu bahwa masjid ini dibangun oleh jin dalam waktu hanya dalam waktu semalam. Untungnya saat mitos ini dikonfirmasi kepada salah satu orang yang menjaga masjid bahwa pembangunan masjid yang sebenarnya merupakan komplek pondok pesantren secara keseluruhan semua bersifat transparan karena dikerjakan oleh santri dan jamaah. Bantahan dari penjaga masjid itu jelas sekali terpampang di depan meja penerima tamu dengan tulisan besar-besar, “Apabila ada orang yang mengatakan bahwa ini adalah pondok tiban (pondok muncul dengan sendirinya), dibangun oleh jin dsb., itu tidak benar. Karena bangunan ini adalah Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah yang murni dibangun oleh para santri dan jamaah.”

Masjid yang juga merangkap sebagai Pondok Pesantren ini mempunyai 10 tingkat, di mana masing-masing lantai memiliki tema desain interior yang berbeda-beda. Di lantai 1 ada beberapa hiasan akuarium yang lumayan besar dan tempat penjual souvenir. Lantai 2 - 6 anda akan disuguhkan dengan berbagai ukiran-ukiran kaligrafi dan ornamen-ornamen yang terlihat indah dan menarik. Pada lantai 7 - 8 anda dapat membeli pernak-pernik atau souvenir khas Masjid Tiban. Dan di lantai 9 - 10 pemandangan desa yang hijau, elok bisa anda lihat dari ketinggian.

 

Fasilitas di Masjid Tiban

Fasilitas yang ada di obyek wisata religi Masjid Tiban memang tidak terlalu banyak atau lengkap, namun ada beberapa yang bisa anda temui, seperti di antaranya adalah;

- Toko souvenir

Sebelum anda pulang ke rumah, anda bisa membeli pernak-pernik khas Masjid Tiban untuk sanak saudara sebagai oleh-oleh

- Lahan parkir

Bagi anda yang membawa kendaraan pribadi baik mobil atau motor, anda tidak perlu khawatir dengan masalah parkir karena di sana telah disediakan area parkir yang lumayan luas dan juga memadai. Biaya parkir juga murah.

- Warung atau tempat makan

Menyusuri area di Masjid Tiban berjam-jam pastinya membuat perut anda lapar. Tak perlu bingung apabila anda tidak ada waktu atau lupa untuk menyiapkan bekal. Di sekitar pantai anda dapat menemukan warung-warung milik penduduk lokal yang menjual makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

- Gazebo

Dengan dibangunnya gazebo-gazebo di sana, anda bisa dengan santai duduk-duduk sembari menikmati pemandangan indah bangunan Masjid Tiban. Suasana di luar masjid juga sangat nyaman, adem dan tentram

- Penginapan

Di sekitar area Masjid Tiban, bagi anda yang butuh tempat penginapan bisa mencari yang sesuai dengan budget dan kebutuhan anda.

- Kolam renang

Tidak banyak atau bisa dibilang sangat jarang ada masjid yang mempunyai kolam renang. Di sini anda bisa memanfaatkan kolam renang untuk kegiatan berenang atau sekedar bermain air.

- Toilet umum

Salah satu fasilitas penting ini juga telah disediakan di sana jadi anda tidak usaj repot-repot mencari toilet di luar area masjid.

 

Hunting Foto di Masjid Tiban

Akhir-akhir ini media sosial mendapatkan tempat di hati banyak orang. Dengan hal tersebut, semakin banyak juga yang berlomba-lomba untuk memberikan konten menarik di platform media sosial mereka. Seperti saat mereka pergi berlibur, pastilah para wisatawan ingin mendapatkan banyak foto yang bagus dan menarik supaya dilihat banyak pengguna media sosial lainnya. Di Masjid Tiban anda juga bisa mendapatkan berbagai foto di spot-spot menarik yang bisa anda temukan. Bagian luar masjid ini saja sudah sangat megah dan indah, bisa menjadi latar belakang foto anda bersama keluarga atau teman-teman. Lalu masuk ke dalam, anda akan menemukan desain interior dengan tema yang berbeda-beda setiap lantainya, cocok untuk yang suka berselfie. Kolam ikan yang ada di lantai 2 juga terlihat menarik untuk di foto. Lalu di lantai lainnya ada ornamen kaligrafi yang sangat indah, dan terus naik ke atas ke lantai 9 dan 10, anda bisa mengarahkan bidikan kamera ke pemandangan persawahan juga pedesaan dari ketinggian.

 Baca juga : Omah Kayu, Berwisata Sambil Menikmati Pemandangan dari Ketinggian

Akses Jalan Menuju ke Masjid Tiban

Rute menuju masjid tiban dari Stasiun Malang dapat ditempuh dengan angkutan umum jurusan AG (Arjosari-Gadang) dengan tarif 4 ribu, turun di terminal gadang. Kemudian dilanjutkan dengan menaiki COLT L300 (mini bus) dengan tarif 7 ribu, turun di pangkalan ojek (*bilang saja ke kondekturnya ke Masjid Tiban). Lalu naik ojek ke Masjid Tiban dengan tarif 10 ribu.

 

Jam Buka dan Tiket Masuk ke Masjid Tiban

Obyek wisata Masjid Tiban dibuka selama 24 jam untuk para wisatawan yang mau berkunjung, dan juga anda yang akan kesana tidak perlu membayar tiket masuk, hanya perlu membayar biaya tiket parkir saja bagi yang membawa kendaraan pribadi.

 

Tips Berlibur ke Masjid Tiban

  • Pastikan anda dalam kondisi yang prima
  • Hormati jamaah yang ada di sana
  • Jangan berbicara atau bertingkah tidak sopan
  • Persiapkan kendaraan yang akan anda gunakan
  • Jangan mengotori lingkungan

 

 

Tempat Wisata Lainnya