Museum Bikon Blewut : Fasilitas, Rute, Jam Buka, Harga Tiket dan Daya Tarik
Museum Bikon Blewut merupakan museum yang didirikan oleh Verhoeven pada 1965. Musem ini terletak di Ledalero, Nita, Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Nusa Tenggara Timur merupakan kawasan wisata yang banyak diminati para wisatawan. Provinsi ini memiliki banyak sekali wahana wisata mulai dari wisata alam hingga wisata peninggalan sejarah yang cukup fenomenal. Salah satu wisata menarik yang juga digemari oleh wisatawan asing saat berkunjung di Flores adalah Museum Bikon Blewut. Museum ini memiliki beberapa peninggalan sejarah yang bisa dilihat secara langsung.

Museum Bikon Blewut

Museum Bikon Blewut didirikan pada tahun 1926 oleh Pastor Verhoeven SVD. Dulu museum ini berada di Seminari Menengah Todabelu kemudian dipindahkan ke Sikka, Nita. Museum ini berisi penemuan yang spektakuler  hasil penggalian dari ahli etnolinguistik Peter Dr. Theodor yang merupakan tamatan dariUniversitas Utrecht Nederland.

Daya Tarik Museum Bikon Blewut :

Wisata Museum Bikon Blewut adalah museum paling besar yang ada di provinsi Nusa Tenggara Timur. Museum menarik ini berada sekitar 10 km dari kota Maumere. Nama bikon memiliki arti lampau sedangkan blewut berarti rusak. Bikon Blewut sendiri dimaknai dengan sisa-sisa peninggalan sejarah masa lampau.

Nama museum terbesar yang ada di NTT ini diturunkan dari sebuah syair adat penciptaan alam semesta versi Krowe Sikka. Syair tersebut berbunyi “Saing Gun Saing Nulun, Saing Bikon Saing Blewut, Saing Watu Wu’an Nurak, Saing Tana Puhun Kleruk, De’ot Reta Wulan Wutu, Kela Bekong Nian Tana”.

Syair indah tersebut memiliki arti yang menarik pula yakni, Sejak zaman dahulu, sejak zaman masih purba, ketika bumi masih rapuh, ketika tanah masih bagaikan buah yang masih muda, Tuhan di angkasa menciptakan langit dan bumi, matahari dan bulan.

Di wisata sejarah NTT ini para pengunjung dapat menemukan berbagai koleksi peninggalan masa lampau baik lokal maupun luar negeri. Peninggalan bersejarah ini nampak sangat bervariasi dari jaman batu hingga perunggu misalnya pakaian adat, fosil, perhiasan, peralatan musik, benda porcelain, anyaman, tenunan, berbagai ukiran, pahat, senjata dan juga fauna.

Koleksi-koleksi barang bersejarah yang terdapat di Museum Bikon Blewut ini sebagian besar adalah hasil penggalian serta penemuan dari Pater Dr. Theodor Verhoeven SVD. Ia mendirikan museum ini dan menempatkan koleksi-koleksi hasil temuannya pada tahun 1965. Kemudian pada tahun 1980 an wisata Museum Bikon Blewut dikembangkan oleh Peter Piet.

Didalam wisata Museum Bikon Blewut ini kita dapat menikmati keunikan peninggalan sejarah berupa koleksi barang-barang dari 300 ribu tahun SM. Pengunjung dapat menemukan berbagai fosil hewan purba. Misalnya seperti Stegodon Flores. Hewan tersebut memiliki usia 300.000 tahun SM. Stegodon ditemukan di daerah Mengeruda Matamenge, wilaya Bajawa. Selain itu anda juga dapat melihat alat perkakas manusia purba dalam bentuk material batuan.

Museum Bikon Blewut ini juga memiliki daya tarik lain yakni sebuah gambar mengenai cerita peta persebaran manusia purba beserta namanya. Sisi lain ini terpajang di dinding museum dan dimasukkan dalam sebuah frame foto. Dalam foto tersebut pengunjung dapat melihat bagaimana proses penggalian fosil purba yakni Proto Negrito Florensis dan juga beberapa hasil temuan pada saat itu.

Daya tarik lain yang dimiliki oleh Museum Bikon Blewut ini adalah bagian pintu masuk menuju musem yang nampak unik. Pintu tersebut dibuat dengan bentuk bulat. Setelah pengunjung melewati pintu tersebut akan nampak kedua sisi pintu utama yang memiliki dua buah ambang bekas pintu yang merupakan peninggalan Istana Raja Nita.

Fasilitas Museum Bikon Blewut :

Karena merupakan museum terbesar yang ada di Nusa Tenggara Timur, museum ini memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk menunjang kenyamanan para pengunjungnya. Beberapa fasilitas tersebut antara lain :

  • Area parkir yang luas
  • Toilet
  • Warung makan
  • Area istirahat
  • Spot foto menarik

Jam Buka dan Harga Tiket Museum Bikon Blewut :

Museum Bikon Blewut NTT buka setiap pukul 08.00 dan tutup pada pukul 18.30. Waktu ini sesuai dengan zona waktu setempat yakni waktu Makasar / Asia.

Adapun harga tiket masuk wisata museum ini bervariasi tergantung hari anda berkunjung. Jika anda berkunjung pada hari libur maka harga tiket masuk akan jauh lebih mahal dibandingkan dengan hari biasa. Untuk harga tiket masuk pada hari biasanya adalah Rp 20.000 per orang.

Ada baiknya jika anda ingin berkunjung ke Museum Bikon Blewut ini untuk menghubungi call center terlebih dahulu untuk memastikan harga tiket masuk wisata di hari yang anda maksudkan.

Lokasi dan Rute Museum Bikon Blewut :

Museum Bikon Blewut terletak di Sikka, Nita, Kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur.

Adapun untuk rute perjalanan menuju lokasi wisata dapat ditempuh melalui Jalan Lintas Sumbawa -  Bima dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 1.828,8 km. Biasanya jika pengunjung menggunakan kendaraan pribadi berupa motorakan membutuhkan waktu kurang lebih 48 jam. Selama perjalanan menuju lokasi wisata pengunjung akan ditemani dengan berbagai pemandangan indah yang membuat mata merasa sejuk dan damai.

Museum Bikon Blewut merupakan salah satu tempat wisata menarik di Nusa Tenggara Timur yang patut untuk dikunjungi. Museum ini merupakan museum terbesar di NTT yang memiliki banyak sekali peninggalan sejarah masa lampau yang bisa anda ketahui. Dengan berkunjung ke museum ini anda akan mendapatkan pelajaran berharga berupa cerita-cerita sejarah masa lampau yang hingga sekarang sudah selayaknya kita kenang.

Di dalam museum bersejarah ini kita juga bisa mengambil spot foto menarik yang tak kalah indahnya dengan tempat-tempat wisata yang lain. Alih-alih berwisata dan menjernihkan pikiran kita juga mendapatkan nilai plus dengan belajar mengenai kisah sejarah yang sangat penting dalam perkembangan zaman di Indonesia.

Kumpulan Koleksi Foto dan Gambar Museum Bikon Blewut :

Museum Bikon Blewut
Museum Bikon Blewut Source : facebook.com
Museum Bikon Blewut
Museum Bikon Blewut Source : google.com

Tempat Wisata Lainnya