Museum Brawijaya, Berwisata Sambil Melihat Benda Peninggalan Sejarah
Malang adalah salah satu kota yang bersih dan sejuk di Jawa Timur, tanpa diragukan lagi, sudah terkenal sejak dulu. Sisa-sisa sejarah yang tersebar di sekitar Malang menampilkan bahwa tempat ini memainkan peran penting di masa depan dan membentang dari 112 ° 17 '10,90 ° sampai 112 ° 57' 0,00 ° BT Bujur dan memanjang dari 7 ° 44 '55,11 ° sampai 8 ° 26 '35,45 ° Lintang Selatan.

Berwisata ke tempat-tempat yang seru dan menyenangkan pastilah sudah biasa, seperti di pantai, air terjun, waterpark dan obyek wisata lain yang mempunyai wahana permainan seru. Namun tidak selalu berwisata harus ke tempat seperti itu, sekali-kali tidak ada salahnya juga kita berlibur ke tempat-tempat wisata yang mengandung sejarah atau religi, karena selain kita berlibur, kita juga akan mendapatkan pengetahuan mengenai kejadian-kejadian penting yang pernah terjadi di negara kita. Bagi anda yang akan pergi berkunjung ke Malang, anda bisa mendatangi salah satu obyek wisata sejarah, yaitu Museum Brawijaya.

Museum Brawijaya adalah salah satu tempat wisata edukasi bersejarah yang berlokasi di Jl. Ijen, Malang, Jawa Timur. Pepatah mengatakan kalau bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Seperti yang kita tahu, Indonesia mempunyai banyak kejadian sejarah di masa lalu dan kita sebagai warga negara yang baik kita juga harus menghargai jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan di Indonesia. Banyak cara yang bisa kita lakukan salah satunya adalah mengadakan wisata edukasi ke museum-museum yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia. Nah Museum Brawijaya adalah salah satu yang bisa anda datangi terutama jika anda berasal dari Jawa Timur.

Sesampainya anda di sana, suasana sejarah langsung menyapa karena di halaman depan, anda bisa melihat beberapa kendaraan perang milik para pahlawan jaman dahulu yang terpajang rapi. Hal yang sama bisa anda rasakan saat masuk ke dalam gedung museum, berbagai benda peninggalan sejarah yang menjadi saksi bisu berbagai kejadian di masa lalu baik yang baik maupun yang pahit untuk dikenang. Benda-benda tersebut di antaranya Berbagai peralatan perang seperti meriam, senapan, radar, baju perang, hingga alat komunikasi kuno. Di sana juga anda bisa membaca penjelasan singkat tentang benda-benda tersebut.

Namun di Museum Brawijaya ada satu benda penting bersejarah yang terkenal yaitu adalah Gerbong Maut. Dari namanya saja sudah seram, namun ternyata kejadian di gerbong ini bisa dibilang seseram namanya. Jaman dulu gerbong ini dipakai untuk mengangkut 30 tahanan dari Bondowoso ke Surabaya, dan dalam akhir perjalanan hanya 2 tahanan saja yang tersisa. Suasana sedikit seram bisa anda rasakan saat anda melihatnya, seakan-akan membuat anda membayangkan hal yang dulu pernah terjadi di situ.

Yang menarik dari museum ini adalah kamu bisa melihat-lihat suasana sekitar museum melaui rooftop gedung. Meski tidak tinggi, menyaksikan lingkungan sekitar museum darisini terasa cukup menarik.

Di sana ada 5 area utama untuk memamerkan benda-benda bersejarah:

1. Taman senjata yang memamerka  koleksi benda-benda sejarah antara lain tank, sejata api hasil rampasan dari penjajah, meriam, dan ada juga patung jendral Sudirman.

2. Ruang lobi yang memuat koleksi sejarah yang bisa dilihat pengunjung, yaitu relief penugasan pasukan Brawijaya, relief kekuasaan kerjaan Majapahit dan lambang-lambang kesatuan negara Indonesia.

3. Ruang 1 yang terdapat koleksi benda bersejarah antara tahun 1945-1949, salah satunya mobil De Soto.

4. Ruang 2 yang berisi benda-benda sejarah sejak tahun 1950 hingga sekarang.

5. Halaman tengah yang memamerkan koleksi Gerbong Maut dan Perahu Sigigi.

 

Fasilitas di Museum Brawijaya

- Toilet umum

Salah satu fasilitas penting yang sepertinya harus ada di setiap obyek wisata ini juga telah disediakan pihak pengelola. Jadi untuk anda yang ingin buang air kecil tinggal mencari toilet yang ada di sekitar area museum.

- Gazebo

Selesai melihat-lihat koleksi benda bersejarah atau sedang menunggu giliran, anda bisa memanfaatkan gazebo di sana untuk bersantai, duduk-duduk sembari menikmati sejuknya semilir angin dan pemandangan alami yang ada di sekeliling anda.

- Kantor informasi

Jika ada hal yang sekiranya anda tidak mengerti, masih belum jelas atau ingin tahu lebih dalam, anda bisa datang ke pusat informasi untuk bertanya. Petugas di sana akan dengan senang hati membantu.

- Warung makan

Masalah makanan, anda bisa menemukan beberapa warung yang menjual makanan dan minuman di area luar museum.

- Tempat penginapan

Bagi anda yang mencari tempat untuk bermalam, di dekat Museum Brawijaya ada beberapa hotel yang bisa dipilih.

 

Hunting Foto di Museum Brawijaya

Walaupun wilayah obyek wisata ini tidak terlalu luas dan bukan wisata alam, anda masih bisa menyalurkan hobi fotografi anda dengan memanfaatkan pemandangan dari berbagai benda-benda bersejarah seperti tank, senjata-senjata, alat komunikasi kuno di ruang pameran dan. Ada beberapa spot menarik yang bisa anda gunakan sebagai latar belakang foto anda bersama teman-teman anda atau keluarga, salah satunya di depan Gerbong Maut dan di dekat Perahu Sigigi. Jika anda sudah puas mendapatkan banyak foto, anda bisa mengunggahnya di berbagai media sosial yang anda punya. Dengan begitu anda bisa membantu untuk lebih memperkenalkan obyek wisata sejarah ini kepada masyarakat luas agar mereka tertarik untuk datang. Karena semakin berkembangnya jaman, tidak dapat dipungkiri jika wisata sejarah semakin lama semakin terlupakan.

 Baca juga : Pantai Bajul Mati, Berwisata Sambil Melihat Pemandangan Bukit Karang

Akses Jalan Menuju ke Museum Brawijaya

Bagi anda yang ingin menuju ke tempat obyek wisata ini, anda bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor dan langsung saja arahkan kendaraan anda  kesulitan untuk menemukan lokasinya, anda bisa menyalakan aplikasi gps anda untuk menuntun anda menuju ke Museum Brawijaya. Untuk lebih mudahnya lagi anda juga bisa naik transportasi umum yang banyak melewati jalan Ijen.

 

Jam Buka dan Tiket Masuk ke Museum Brawijaya

Jam bukanya adalah

Senin s/d Kamis: Pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB

Jumat: Pukul 08.00 hingga pukul 11.30

Minggu: Pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB

Untuk tiket masuk tidak dikenakan biaya

 

Tips Berlibur ke Museum Brawijaya

- Jangan merusak barang bersejarah di sana

- Lebih baik datang saat hari biasa

- Siapkan kamera anda

Loading...

Artikel Terkait