Museum Linggam Cahaya, Museum Benda Peninggalan Kerajaan Lingga
Museum Linggam Cahaya ternyata adalah museum untuk tempat koleksi benda-benda sejarah dari sebuah kerajaan. Kerajaan tersebut sesuai penyebutan nama kabupatennya

Tertarikah Anda jika diajak berwisata ke tempat penyimpanan barang lama? Eh bukan gudang yang dimaksud ya, maksud dari penyimpan barang lama adalah museum. Tak hanya sekedar simpan barang lama namun memiliki sejuta sejarah yang bisa Anda ketahui ketika ke sana.

Museum Linggam Cahaya terletak di kepulauan Riau tepatnya di Daik, Kecamatan Lingga, kabupaten Lingga, museum yang patut dikunjungi, apalagi Anda yang mempunyai anak usia pelajar atau Anda mahasiswa tertarik dengan yang berbau sejarah. Bisa sekali langsung datang ke museum ini.

Peninggalan sejarah bisa diketahui dengan membaca setiap tulisan yang ada di depan benda biasanya. Namun jenis museum apakah sebenarnya museum ini?

Apakah museum peninggalan alat-alat manusia purba, museum untuk mengenang jasa seseorang, ataukah museum dengan barang-barang klasik, kuno dan sudah tak terpakai namun penuh sejarah panjang berkaitan benda tersebut.

Kerajaan Lingga, ia disebut menjadi saksi perjalanan panjang bagi cerita dan sejarah orang melayu. Bagaimana tidak karena di pulau Sumatra banyak dari suku melayu berada di sana. Bahasa melayu pun biasa digunakan sebagai bahasa sehari-hari.

Benda Jaman Dahulu yang Tersimpan di Museum Linggam Cahaya

Benda itu adalah koleksi benda dari kerajaan Lingga yang kala masanya berdiri dengan besar dan kuatnya. Benda bersejarah disini sangat dilestarikan dan dijaga agar sampai anak cucu kelak, benda bersejarah ini bisa diperkenalkan ke mereka.

Pesona Museum Linggam Cahaya

Pesona apa yang bisa Anda rasakan dalam menikmati museum ini, seperti sebuah wajah yang memperlihatkan adanya kebesaran dari Kepulauan Riau sendiri dengan berdirinya Kerajaan Lingga tersebut.

Diharapkan dengan adanya museum ini, semua orang bahkan dunia bisa mengetahui dan merasakan sejarah panjang dan keabadian dari sejarah yang menceritakan kerajaan Lingga beserta kejayaan malayu di Kepulaun Riau ini.

Sejarah Museum Linggam Cahaya

Museum Linggam Cahaya ini sebenarnya dibangun untuk cagar budaya. Cagar budaya sendiri berarti warisan yang meninggalkan budaya untuk generasi berikutnya agar bisa diketahui, dikenal dan tak ditinggal atau dilupakan begitu saja.

Dengan demikian, generasi berikutnya bisa belajar cara berjalan dan melaksanakan kehidupannya dengan sebaik mungkin dengan meneladani sejarah yang ada. Ternyata berdirinya museum ini sangatlah baru sekali, sekitar tahun 2015 kemarin.

Hunting Foto di Museum Linggam Cahaya

Tentu untuk Anda yang mencintai benda-benda budaya yang klasik dan kuno, untuk mendapatkan foto benda tersebut sudah menjadi keharusan, bukankah seperti itu. Sangat tepat jika kita mereview setiap benda dan kondisi yang ada di sana ketika Anda berkunjung.

Mengambil setiap sudut foto yang menceritakan sejarah panjang kerajaan Lingga ini sehingga melayu pun juga mendapatkan kejayaannya.

Mengapa harus ke museum, museum bisa menjadi pilihan, tidak heran juga karena Kabupaten Lingga memang menjadi sebuah kunjungan wisata sejarah yang banyak disana. Tak hanya museum ini, jadi anda harus ke Museum Linggam Cahaya dahulu sebelum ke lainnya.

Akses Menuju Museum Linggam Cahaya

Akses ke sananya sudah mudah karena kunjungan wisata sejarah biasanya terletak tidak jauh dari lokasi administratif dari sebuah wilayah.

Baca Juga : Meriam Tegak, Keunikan yang Menyimpan Misteri

Tips Berwisata ke Museum Linggam Cahaya

Anda harus memutuskan untuk berkunjung ke museum ini, karena masih terbilang baru tentunya bangunannya masih sangat terjaga kebersihannya. Untuk Anda yang ingin datang kesini bisa langsung saja ikuti tips wisata museum berikut ini:

  1. Sebaiknya jaga volume percakapan kita, jangan terlalu bising karena kita berada di dalam sebuah ruangan ketika berkunjung, bukan di hutan atau di wilayah lautan.
  2. Jangan lupa bawa kamera karena sangat dibutuhkan agar bisa dibagikan pada semua orang.
  3. Usahakan untuk bisa promosi agar museum banyak peminatnya dan dikunjungi. Melihat memang berdirinya masih terbilang sangat muda, tidak ada puluhan tahun hanya beberapa tahun.
  4. Alternatif untuk berwisata mungkin bisa dua, yaitu wisata bersejarah atau wisata alam. Namun jika keduanya bisa ditempuh, sudah pasti ke wisata ini dulu baru ke wisata alam biar tidak segera tutup.

Peta Lokasi

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Linggam Cahaya

Untuk jam bukanya sendiri, menyesuaikan denga museum pada umumnya di nusantara, kurang lebih begitu, yaitu:

  1. Hari besar seperti hari raya id dan hari awal minggu biasanya tutup.
  2. Hari selasa – hari rabu biasa buka mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore.
  3. Sementara hari weekend bisa tutup lebih lama, sampai jam 5 sore.

Untuk masuknya biasanya umum untuk dewasa sebesar Rp 5.000,- dan anak-anak cukup dengan Rp 2.000,-.

Demikian tentang penjelasan dari Museum Linggam Cahaya. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian dan Anda segera mengunjungi wisata sejarah ini sebagai alternatif berwisata menarik dan menambah wawasan nusantara.

 

Loading...

Artikel Terkait