Pulau Santen, Wisata Pantai Syariah Pertama di Indonesia
​Banyuwangi adalah salah satu kabupaten eksotis di Jawa Timur. Menjadi kota paling timur di Jawa, membuat fajar pertama terbit di pagi hari di sini, melemparkan sinar rindang ke Jawa, dan daerah ini juga hijau subur tapi juga pulau berpenduduk padat. Belum cukup populer sebagai daerah tujuan wisata, Kabupaten Banyuwangi, pada kenyataannya, menyembunyikan banyak permata rahasia, salah satunya adalah​ Pulau Santen.

Banyuwangi sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur memang mempunyai keistimewaan tersendiri karena letak geografisnya yang membuat kabupaten ini memiliki banyak obyek wisata alam seperti taman nasional atau juga pantai - pantai yang cantik. Tidak perlu jauh-jauh pergi ke Raja Ampat agar anda bisa menikmati pemandangan pantai yang menakjubkan, di Banyuwangi anda bisa menemukan banyak wisata bahari yang namanya sudah terkenal di antara orang-orang yang gemar bertravelling. Seperti pantai yang ada di Pulau Santen, sayang rasanya jika anda lewatkan jika anda datang ke kabupaten yang terkenal dengan tarian Gandrungnya ini.

Pulau Santen adalah salah satu obyek wisata yang terletak di desa Karangharjo, sebelah selatan Stasiun Banyuwangi lama. Pantai ini berada dalam wilayah perairan Selat Bali. Dinamakan Pulau Santen karena sekitar lingkungan ini banyak ditumbuhi pohon yang dikenal oleh masyarakat lokal dengan nama pohon santen. Anda yang berkunjung ke pantai ini dijamin tidak akan menyesal karena pemandangan di pantai yang ada di Pulau Santen bisa membuat anda berdecak kagum dan membuat anda betah untuk berlama-lama di sana.

Namun sebelum anda mengunjungi Pulau Santen, ada hal menarik yang perlu anda ketahui tentang sebuah pantai yang dijadikan obyek wisata di sana. Semenjak Maret tahun ini, pantai yang di Pulau Santen telah difungsikan sebagai pantai syariah. Pantai syariah ini sendiri artinya tidak boleh ada orang laki-laki yang mengunjungi pantai di sana karena seluruh petugas yang melayani wisatawan di sana adalah wanita berhijab. Walaupun semua petugasnya berhijab, pantai ini tetap bisa untuk wanita non-muslim atau yang tidak berhijab sekalipun.

Di pulau ini juga ada sungai yang mempunyai arus tenang yang mengalir sepanjang dua kilo meter lebih, memisahkan kota Banyuwangi dan pulau Santen yang di kelilingi dengan tumbuhan mangrove di sekitarnya yang sudah berusia lebih dari sepuluh tahun. Di tengah-tengah muara sungai tersebut anda bisa melihat sebuah delta yang membentuk pulau mangrove kecil yang jika dilihat dari jembatan akan terlihat menarik dan ekstotik. Di sekitar delta tersebut juga terdapat banyak kijing yang biasanya banyak dicari masyarakat lokal di sana.

Konsep wisata syariah yang dikembangkan pemerintah kabupaten Banyuwangi ini berfungsi sebagai diferensiasi serta segmentasi pariwisata Banyuwangi terhadap daerah lain. Dengan label wisata halal inilah yang menjadi pembeda atau daya tarik sendiri dari kabupaten Banyuwangi dengan kabupaten lain di Jawa Timur atau di luarnya. Selain itu dengan konsep yang seperti ini diharapkan banyak wisatawan yang semakin penasaran dan tertarik untuk datang mengunjungi Pulau Santen.

Fasilitas di Pulau Santen

Obyek wisata yang baru saja diresmikan Maret tahun 2017 ini untungnya sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah sehingga telah terdapat beberapa fasilitas - fasilitas penunjang yang bisa digunakan pengunjung saat mereka datang ke tempat ini, Fasilitas tersebut antara lain adalah;

- Lahan untuk berkemah

Daripada anda harus mencari tempat penginapan, anda bisa membawa peralatan kemah dari rumah lalu mendirikan tenda di tempat ini karena tentunya berkemah di pinggir pantai akan terasa seru dan menyenangkan sekaligus menambah pengalaman anda untuk lebih menikmati Pulau Santen secara sepenuhnya.

- Warung atau tempat makan

Jangan khawatir anda akan kelaparan jika berkunjung kesini namun anda tidak membawa bekal makanan dan minuman. Di sekitar pantai ini anda bisa menemukan berbagai warung atau tempat makan yang sebagian besar milik masyarakat setempat yang menjual makanan dan minuman halal dengan harga terjangkau.

- Mushola

Karena ini adalah tempat wisata syariah, maka sudah sepatutnya menyediakan sebuah tempat untuk beribadah. Jadi jika adzan sudah berkumandang, anda bisa langsung menuju mushola yang sudah ada di sana.

- Kamar mandi umum

Toilet atau kamar mandi umum memang menjadi salah satu fasilitas penting yang wajib dipunyai setiap obyek wisata di manapun, dan di pantai ini anda tidak perlu lagi kebingungan untuk mencari toilet umum karena di area ini telah disediakan beberapa yang bisa anda gunakan jika perlu. Kamar mandi di sana juga bersih dan dirawat dengan baik oleh petugas.

- Lahan parkir

Fasilitas yang satu ini juga tidak kalah pentingnya karena pasti banyak wisatawan yang datang kesana dengan membawa kendaraan pribadi sehingga mereka harus mencari area yang aman dan memadai untuk memarkir kendaraan mereka. Di sini juga telah disediakan area parkir yang lumayan besar yang bisa para pengunjung gunakan jika anda membawa kendaraan bermotor sendiri.

- Gazebo

Jika anda sudah puas menyusuri jembatan kayu yang membentang di antara hutan mangrove, anda bisa duduk-duduk di gazebo atau sofa-sofa empuk warna-warni yang telah disediakan pihak pengelola di sana. Sembari menikmati bekal makanan dan minuam yang anda bawa, anda bisa melihat-lihat pemandangan yang terhampar di hadapan anda.

- Tempat penginapan

Bagi anda yang ingin menghabiskan malam di sana, anda bisa lapor kepada masyarakat setempat untuk homestay semalam. Penduduk di sana juga akan menerima kedatangan anda dengan tangan terbuka.

Hunting Foto di Pulau Santen

Jika anda berlibur ke suatu obyek wisata, di manapun itu rasanya tidak lengkap jika anda tidak berfoto atau berselfie di tempat tersebut. Selain sebagai kenang-kenangan, pastinya anda juga bisa memamerkan foto anda di berbagai media sosial yang anda punya. Nah di Pulau Santenl ini anda dapat sepuasnya mengabadikan momen-momen menyenangkan dan seru bersama saudara atau teman-teman anda saat anda sedang bermain di atas pasir pantai, berlarian di sana, bermain di laut, bahkan saat sedang bermain pasir bersama anak anda. Seperti yang disebutkan di atas, tempat ini juga mempunyai banyak sofa atau kursi-kursi yang berwarna-warni dengan payung di atasnya yang bisa anda manfaatkan sebagai spot foto yang menarik. Jika anda mau menunggu sampai sore, anda juga bisa mendapatkan foto yang indah dari pemandangan langit jingga yang berpadu dengan birunya lautan saat matahari hendak beranjak ke tempat peraduannya. Saat anda menyusuri jembatan kayu di antara hutan mangrove, anda juga bisa berfoto di sana karena lokasi tersebut memang menjadi salah satu favorit dari para wisatawan yang datang kesana.


Baca juga : Pantai Trianggulasi, Pesona Tersembunyi di Alas Purwo

Akses Jalan Menuju ke Pulau Santen

Bagi anda yang ingin ke Pulau Santen, anda bisa menempuh rute dari Simpang Lima kota Banyuwangi arahkan kendaraan anda ke selatan menuju lampu lalu lintas Hotel Slamet. Ambil jalur kiri lalu ikuti jalan besar hingga menemukan perempatan pasar Pujasera (pasar burung) ambil jalur lurus ke timur. Setelah itu ikuti jalan tersebut hingga pertigaan klenteng, ambil arah ke kiri hingga menemukan pertigaan SDN 2 Karangrejo, ambil kiri lalu ikuti jalan tersebut hingga sampai ke pantai Syariah.

Jam Buka dan Tiket Masuk ke Pulau Santen

Jam buka dari Pantai Syariah adalah dari jam 07.00 sampai dengan pukul 17.00 wib. Tidak ada biaya masuk untuk para pengunjung, namun hanya dikenakan biaya parkir sebesar 2.000 rupiah untuk motor dan 4.000 untuk mobil.

Tips Berlibur ke Pulau Santen

  • Tidak membawa teman atau keluarga yang berjenis kelamin laki-laki
  • Menghormati peraturan yang ada di sana
  • Tidak mengotori lingkungan 
  • Jangan lupa mempersiapkan kamera anda


Tempat Wisata Lainnya