Rumah Pengasingan Presiden Pertama RI di Bengkulu
Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang berada di Indonesia tepatnya berada di pantai barat pulau Sumatera dan sekaligus menjadi nama dari ibukotanya itu sendiri. Di Bengkulu ini juga menjadi salah satu daerah yang sarat akan peninggalan sejarahnya

Peninggalan-peninggalan tersebut berasal dari Bangsa Inggri maupun Belanda, diantaranya Benteng Marlborough, Makam Inggris, Tugu Thomas Parr dan Tugu Hamilton. Selain peninggalan tersebut juga terdapat salah satu peninggalan yang cukup dikenal oleh warga Indonesia tentunya, yaitu Rumah Pengasingan Bung Karno. Dulunya Bung Karno pernah diasingkan oleh pemerintah Belanda, tepatnya pada tahun 1936 – 1942. Semasa pengasingan ini pula lah Bung Karno kemudian bertemu dengan Ibu Fatmawati yang merupakan putri dari seorang tokoh Muhammadiah Bengkulu dan kemudian disunting beliau menjadi seorang istri.

Selama masa pengasingannya Bung Karno tinggal di rumah yang kini terletak di jalan Soekarno-Hatta dan lokasi ini tidak jauh dari jalan Simpang Lima. Rumah pengasingan ini memiliki nilai historis yang sangat kental dan hingga kini telah menjadi salah satu objek wisata bersejarah yang cukup banyak diminati oleh para pengunjung terutama bagi warga Bengkulu itu sendiri.

Awalnya rumah itu adalah milik pengusaha berkebangsaan Tionghoa yang bernama Tan Eng Cian. Tan Eng Cian saat itu bekerja sebagai penyuplai sembakao untuk Pemerintah Hindia Belanda. rumah bergaya Eropa ini dibangun pada awal abad ke 20 dan memiliki bentuk persegi panjang dengan luas bangunan sekitar 162 meter persegi. Rumah ini juga memiliki ukuran sekitar 9 x 18 meter. Rumah ini beratapkan genteng dan awning merah serta berdinding cat putih yang nampak terlihat serasi. Di rumah ini tampak terlihat sebuah teras depan dan ruang kerja. Di bagian ruang kerja saat ini terpajang foto dan denah bangunan yang dirancang oleh Bung Karno sendiri. Pada ruang kerja ini juga terdapat sebuah pintu yang dapat tembus ke ruang tidur Bung Karno dan Istri, yaitu ibu Inggit Garnasih.

Di ruang tidur ini terdapat sebuah ranjang besi bertiang. Selain kamar Bung Karno juga terdapat kamar lainnya yaitu kamar seorang putri anggkat keluarga ini. Diruang lainnya juga terdapat koleksi-koleksi lain milik Bung Karno, seperti, koleksi buku-buku, meja kerja, pakaian, sepeda serta terdapat pula perlengkapan pertunjukan sandiwara milik kelompok Tonil Monte Carlo. Dibagian rumah ini juga terdapat satu buah ruangan besar yang terdapat dua lemari kayu. Lemari kayu tersebut berisi pakaian-pakaian Bung Karno dan Inggit Garnasih yang merupakan istri kedua Bung Karno.

Selain itu pada bagian belakang rumah ini juga terdapat teras. Pada sisi timur rumah ini terdapat sebuah bangunan yang terpisah dan memiliki ciri khas rumah kolonial. Bangunan tersebut merupakan sebuah ruangan yang digunakan sebagai ruang servis dan terdiri dari gudang, kamar mandi, serta dapur. Di lokasi ini juga terdapat sebuah sumur yang konon memiliki mukjizat atau khasiat yang dapat membuat awet muda. Maka tak heran jika mengunjungi lokasi ini akan tampak cukup banyak pengunjung yang mencuci muka di sumur ini.

Baca juga : Bukit Kaba, Panorama Keindahan Kawah di Puncak Bukit

Hingga saat ini kondis museum ini pun masih tertata rapih dan terawat sehinnga kesan nyaman akan didapatkan oleh pengunjung yang mendatangi lokasi wisata bersejarah ini. Yap, tentu saja karena rumah ini tetap di rawat dengan baik oleh Pemerintah Daerah dan menetapkan rumah ini sebagai Benda Cagar Budaya. Selain itu para pengunjung juga dapat menyaksikan sebuah masjid yang didesain oleh Bung Karno yaitu Masjid Jamik. Tak hanya itu para pengunjung juga dapat mengunjungi rumah Ibu Fatmawati yang menjadi istri dari Bung Karno. Bagi para pengunjung yang masih bingung untuk menghabiskan waktu berlibur, tidak ada salahnya untuk mengunjungi lokasi wisata bersejarah ini.terlebih lagi para pengunjung juga dapat menjumpai sentra penjualan atau kios-kios yang menjajakan oleh-oleh khas daerah Bengkulu. Kios-kios ini juga letaknya tidak begitu jauh dari lokasi tempat berdirinya rumah pengasingan Bung Karno ini.

Lokasi Rumah Pengasingan Soekarno

Rumah bersejarah ini terletak di Anggut Atas, Bengkulu, Kota Bengkulu tepatnya berada di Jalan Soekarno – Hatta. Akses untuk menuju ke lokasi ini juga tidak sulit. Lokasi ini juga terlihat selalu ramai oleh pengunjung terutama di musim-musim liburan panjang.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Harga tiket masuk yang ditawarkan oleh pengelola tidak terlalu mahal. Para pengunjung hanya akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 3.000 per orang. Namun perlu diperhatikan bahwa harga tiket disini dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk jam operasional sendiri, kawasan wisata bersejarah ini akan di buka mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB.

Tips Berlibur ke Rumah Pengasingan Bung Karno

  • Jagalah selalu kondisi kesehatan anda saat akan melakukan perjalan untuk berlibur

  • Bawalah perlengkapan berlibur seperlunya saja

  • Bawalah pula kamera yang mendukung perjalanan berlibur anda dan untuk mengabadikan momen-momen indah bersama anggota keluarga ataupun sahabat

  • Jagalah selalu keindahan dan kelesatarian sekitar dengan tidak merusak fasilitas yang ada dan tidak membuang sampah sembarangan

Tempat Wisata Lainnya