Taman Sari, Pesona Istana Air dan Masjid Bawah Tanah di Jogja
Taman Sari merupakan tempat wisata di Jogja yang dulu merupakan istana bagi istri, permaisuri dan putri raja. Merupakan tempat yang eksotis serta menawarkan keindahan pada kolam pemandian dan Sumur Gumuling.

Yogyakarta dikenal merupakan daerah yang sangat kental akan nilai kebudayaan dan sejarah. Tak heran jika di daerah yang terletak di pesisir selatan Provinsi Jawa Tengah ini memiliki berbagai tempat wisata bersejarah peninggalan masa lampau. Terdapat tempat wisata seperti Kotagede, Keraton Yogyakarta, serta Taman Sari yang dulu merupakan taman Istana Keraton Yogyakarta.

Dahulu, tak ada masyarakat yang boleh memasuki kawasan Taman Sari karena taman ini memang diperuntukkan oleh Raja beserta anggota keluarganya. Namun kini masyarakat bisa menikmati keindahan bangunan yang benilai seni tinggi tersebut. Terdapat berbagai bangunan bersejarah di dalam taman ini, seperti kolam pemandian, gedung, jembatan gantung hingga danau buatan.

Taman Sari

Secara administratif, Taman Sari terletak pada Jalan Tamansari, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Provinsi Yogyakarta. Untuk menuju ke lokasi dari tempat wisata ini wisatawan setidaknya harus menempuh jarak kurang lebih 3 kilometer atau melakukan perjalanan selama 15 menit dari pusat Kota Jogja. Lokasinya yang berada di pusat kota juga memudahkan wisatawan untuk mencapainya.

Aksesnya pun terbilang tak sulit untuk ditempuh, wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi dan juga menggunakan transportasi umum di Jogja seperti transjogja, becak, taksi, ojek, atau andong. Taman Sari ini letaknya tak jauh dari Keraton Yogyakarta, namun lokasinya yang tersembunyi sering membuat bingung para wisatawan yang ingin berkunjung.

Rute termudah untuk menuju ke Taman Sari yaitu wisatawan dapat memulai dari Malioboro menuju ke Keraton Yogyakarta. Lalu ambilah jalan menuju ke Pasar Ngasem, dari sini anda bisa naik becak menuju ke Alun-Alun Selatan Kraton. Sekitar 0,5 kilometer dari Alun-Alun Selatan, akan ditemui Jalan Tamansari yang menandakan anda tak jauh dari tempat tujuan.

Sejarah Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari diperkirakan pembangunannya terjadi pada tahun 1758 sampai 1765 diprakarsai oleh Pangeran Mangkubumi yang dikenal juga dengan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Lokasi dari pembangunan taman ini sendiri konon berada di Pesanggrahan Garjitawati yang dibangun oleh Susuhunan Paku Buwono II.

Pesanggrahan tersebut merupakan tempat istirahat bagi kereta kuda yang akan pergi ke daerah Imogiri. Selain itu, Pesanggrahan Garjitawati konon juga digunakan sementara oleh Sultan Hamengku Buwono I ketika proses pembangunan Keraton Yogyakarta paska perjanjian Giyanti. Taman Sari konon berdiri ditanah seluas 10 hektar serta dilengkapi dengan 57 buah bangunan berupa gedung, jembatan, terowongan bawah air, kolam pemandian, hingga danau buatan.

Taman ini awalnya disebut dengan nama “The Fragrant Garden” karena terdapat kebun yang dipenuhi dengan wewangian bunga. Dalam proses pembangunannya, Tumenggung Mangudipuro ditunjuk sebagai pimpinan proyek, sedangkan seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh Bupati Madiun yang bernama Tumenggung Prawirosentiko. Karena itu, daerah Madiun dibebaskan oleh pemungutan pajak.

Ditengah proses pembangunan Taman Sari, Tumenggung Mangudipuro mengundurkan diri dari pimpinan proyek, dan digantikan oleh Pangeran Notokusumo. Salah satu arsitek yang dikenal untuk membangun taman tersebut adalah Demang Tegis, yang merupakan arsitek berkebangsaan Portugis. Taman ini secara efektif digunakan oleh keluarga Kesultanan Yogyakarta pada tahun 1765 hingga 1812.

Awalnya, pembangunan Taman Sari ini bertujuan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi Sri Sultan Hamengku Buwono I kepada istri-istri Sultan yang telah membantu peperangan. Namun setelah dilihat lebih detail, taman tersebut ternyata memiliki fungsi lain yaitu sebagai benteng terakhir Keraton. Taman ini dulunya merupakan istana air yang digunakan sebagai tempat pemandian bagi istri, selir dan putri raja.

Istana milik para istri dan selir Raja ini memiliki arsitektur yang sangat indah dan cukup unik. Wisatawan bisa melihat pada bangunan-bangunan yang berada di taman ini memiliki gaya arsitektur serta keindahan yang beragam. Akan ditemukan bangunan dengan gaya arsitektur perpaduan dari Eropa, Hindu, Budha, Jawa, hingga China.

Pesona Taman Sari Yogyakarta

Sebenarnya, keseluruhan bangunan Taman Sari membentang dari sebelah barat daya Keraton Yogyakarta hingga tenggara kompleks Magangan. Namun sayang, sebagian besar dari bangunan tersebut kini hanya tinggal reruntuhan. Walaupun demikian, masih ada bagian bangunan yang hingga kini berdiri kokoh dan masih bisa dinikmati keindahannya oleh wisatawan.

Kompleks Taman Sari bisa dikategorikan menjadi 4 bagian, yaitu bagian pertama yang dilengkapi dengan danau buatan disebelah barat. Bagian kedua yaitu bangunan yang terletak di selatan danau. Bagian ini merupakan bagian yang paling utuh. Sementara bagian ketiga terdapat Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati dan pada bagian terakhir terletak di sebelah timur bagian pertama dan kedua.

Bagian Pertama Taman Sari

Bagian ini merupakan bagian utama dari Taman Sari pada jaman dahulu. Konon, tempat ini merupakan tempat yang paling indah dan eksotis. Terdapat sebuah danau buatan yang juga disebut dengan segaran. Tak hanya itu, terdapat sebuah bangunan serta dilengkapi dengan kebun dan taman disekitar danau.

Dulu, danau tersebut dipenuhi dengan ikan dan sering digunakan oleh Sultan beserta keluarga kerajaan bermain sampan. Namun kini danau tersebut tak bisa lagi dijumpai karena telah beralih fungsi sebagai pemukiman padat penduduk yang dikenal Kampung Taman. Kondisi bangunan yang dulu berada di tempat ini juga sangat memprihatinkan.

1.Pulo Kenongo

Pada bagian tengah danau buatan tersebut terdapat pulau yang disebut dengan Pulo Kenongo karena banyak ditemui pohon kenanga dipulau ini. Di Pulo Kenongo, terdapat bangunan dua lantai yang disebut Gedhung Kenongo. Gedung tersebut merupakan gedung tertinggi, ketika berada di atas gedung tersebut orang dapat melihat pemandangan Keraton Yogyakarta dan sekitarnya.

Jika dilihat dari kejauhan, Gedhung Kenongo ini terlihat seperti mengambang di atas air sehingga banyak yang menganggap Taman Sari adalah Istana Air atau Water Castle. Di selatan Pulo Kenongo terdapat deretan bangunan yang disebut Tajug. Bangunan ini merupakan ventilasi udara untuk terowongan bawah air yang menjadi akses masuk menuju ke Pulo Kenongo.

2.Sumur Gumuling

Sumur Gumuling terletak di sebelah barat Pulo Kenongo. Bangunan ini berbentuk layaknya lingkaran dilengkapi dengan 2 lantai. Sumur Gumuling hanya dapat dimasuki dengan melalui lorong bawah air. Dulunya, bangunan tersebut digunakan sebagai masjid untuk tempat ibadah Raja dan keluarganya. Setelah dilakukan restorasi besar-besaran kini wisatawan dapat melihat keindahan Sumur Gumuling di kompleks Taman Sari.

Taman Sari


Bagian Kedua Taman Sari

Bagian kedua ini terletak di sebelah danau buatan atau yang sering disebut dengan segaran. Tempat ini merupakan bagian dari Taman Sari yang masih utuh serta dijaga kelestariannya. Selain itu, bagian ini merupakan tempat yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan.

1.Gedhong Gapura Hageng

Gedhong Gapura Hageng merupakan pintu gerbang utama untuk menuju ke taman Raja ketika masa itu. Kala itu, Taman Sari memang menghadap ke arah barat dan memanjang ke timur. Pada gerbang ini juga akan ditemukan jenjang dan beberapa ruang yang berhiaskan dengan relief bunga dan burung. Selain itu, terdapat pula angka yang menyebutkan tahun selesainya pembangunan dari Taman Sari yaitu 1765 Masehi.

2.Gedhong Lopak-lopak

Disebelah timur gerbang utama terdapat sebuah halaman berbentuk persegi panjang. Dulu, dihalaman tersebut terdapat sebuah menara yang konon disebut dengan Gedhong Lopak-lopak. Sayangnya, kini gedung tersebut tak bisa lagi dilihat oleh wisatawan. Hanya tersisa pot-pot bunga dengan ukuran besar serta pintu yang menghubungkan halaman ini dengan tempat lain.

3.Umbul Pasiraman atau Umbul Binangun

Umbul Pasiraman atau yang juga sering disebut dengan Umbul Binangun ini merupakan kolam pemandian yang dikhususkan untuk Raja-raja, istri Raja, Selir dan Putri Raja. Tempat ini dikelilingi oleh tembok tinggi serta dua buah gerbang utama. Selain itu terdapat pot-pot bunga dengan ukuran besar yang menghiasi kolam tersebut.

Umbul Pasiraman sendiri dibagi menjadi 3 bagian yaitu Umbul Kawitan yang diperuntukkan putri Raja, Umbul Pamuncar yang dikhususkan untuk para selir Raja dan Umbul Panguras yang merupakan kolam pemandian khusus Raja. Pada bagian utara, terdapat ruangan yang digunakan sebagai tempat istirahat dan berganti pakaian untuk selir dan putri Raja.

Selain itu, juga terdapat sebuah menara yang terletak didalam Umbul Pasiraman ini. Di menara yang terdiri dari tiga lantai ini terdapat kamar pribadi untuk Sultan, dan lemari pakaian yang dipergunakan oleh Sultan. Ketika berada di bagian atas menara, wisatawan dapat melihat seluruh keindahan Taman Sari secara jelas.

4.Gedhong Sekawan

Pada sebelah timur Umbul Pasiraman Taman Sari, terdapat juga sebuah halaman yang berbentuk persegi delapan. Pada bangunan ini terdapat empat buah bangunan yang disebut dengan Gedhong Sekawan. Empat bangunan tersebut bentuknya identic dan dihiasi dengan pot-pot bunga besar, tempat ini konon merupakan tempat beristirahat Sultan bersama keluarganya.

5.Gedhong Gapuro Panggung

Bangunan ini letaknya disebelah timur halaman yang berbentuk persegi delapan. Dulunya, dipercaya Gedhong Gapuro Panggung ini memiliki empat buah patung ular naga, namun kini hanya dua saja yang bisa dilihat oleh wisatawan. Selain itu terdapat sebuah lambang yang menggambarkan tahun pembangunan dari Taman Sari yaitu pada tahun 1758.

Bagian Ketiga Taman Sari

Pada bagian ketiga kompleks Taman Sari merupakan tempat bagi Pasarean Dalem Ledok Sari dan Kompleks Kolam Garjitawati. Selain itu, konon di bagian ketiga ini dulunya terdapat kebun dan taman serta bangunan lain yang kini sudah tidak bisa lagi dilihat. Pasarean Dalem Ledok Sari konon digunakan sebagai tempat peraduan bersama permaisurinya.

Namun ada juga yang menganggap tempat ini adalah tempat meditasi bagi Sultan. Bangunan yang bentuknya menyerupai huruf U ini memiliki tempat tidur dibagian tengahnya serta terdapat aliran air dibawahnya. Selain itu juga terdapat dapur, ruang jahit, serta ruang penyimpanan barang.

Sedangkan pada sebelah barat, konon tempat tersebut merupakan Kompleks Kolam Garjitawati yang merupakan sisa-sisa dari Pesanggrahan Garjitawati. Kemungkinan tempat ini juga merupakan Umbul Pacethokan yang dulu pernah digunakan oleh Panembahan Senopati.

Bagian Keempat Taman Sari

Pada bagian keempat dari kompleks Taman Sari ini merupakan bagian yang bisa dikatakan tak tersisa lagi. Hanya terdapat bagian kecil dari sisa jembatan gantung serta dermaga. Konon pada bagian ini dulunya terdapat danau buatan yang dilengkapi dengan bangunan ditengahnya serta kebun atau taman disekeliling danau tersebut.

Dipercaya danau ini dulunya terhubung dengan danau buatan yang terletak di Bagian Pertama Taman Sari. Pada bagian tengah danau ini konon terdapat sebuah pulau buatan yang bernama Pulo Kinupeng dan sebuah menara kota yang disebut Gedhong Gading. Namun bagian keempat ini kini berubah menjadi pemukiman penduduk yang dikenal Kampung Ngadisuryan dan Kampung Segaran.

Fasilitas Taman Sari

Tempat wisata Taman Sari Yogyakarta ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang bisa dikatakan cukup memadai. Terdapat tempat parkir luas, yang letaknya tak jauh dari pintu gerbang sebelah timur. Selain itu, bagi umat muslim yang ingin beribadah terdapat masjid serta mushola yang lokasinya tak jauh dari taman ini.

Di tempat wisata ini juga telah tersedia jasa pemandu yang bisa digunakan oleh wisatawan. Menggunakan pemandu, wisatawan akan dijelaskan secara detail mengenai sejarah bangunan yang ada di obyek wisata ini.

Baca Juga: Kebun Binatang Gembira Loka, Bukan Sekedar Kebun Binatang Biasa

Usai menyusuri keindahan taman, wisatawan bisa berwisata kuliner dengan mencoba berbagai makanan khas Yogyakarta. Terdapat beberapa warung hingga restoran yang menawarkan berbagai sajian lezat menggugah selera. Selepas berwisata, tak ada salahnya beristirahat sejenak sembari mengobati rasa dahaga dan lapar dengan kuliner yang lezat.

Jika ingin menginap, wisatawan tak perlu pusing untuk mencari hotel atau penginapan. Karena disekitar daerah tersebut banyak tersebar hotel, penginapan serta homestay dengan harga bervariatif. Wisatawan dapat memilih penginapan secara leluasa sesuai budget yang diinginkan.

Tak hanya itu, terdapat pula beberapa toko cinderamata yang tersebar disekitar kompleks Taman Sari Yogyakarta. Toko-toko tersebut menawarkan berbagai oleh-oleh berupa makanan ringan khas Jogja, hingga pernak-pernik lucu yang bisa dijadikan oleh-oleh. Wisatawan dapat menemukan souvenir seperti batik, keris, blangkon, tas rajut, dan masih banyak lagi.

Berkunjung ke Taman Sari Yogyakarta dapat menjadi alternatif yang cukup menarik ketika berlibur ke Jogja. Berikut aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan oleh wisatawan ketika berada di tempat wisata tersebut.

Wisata Sejarah

Jika kamu menyukai wisata sejarah, maka Taman Sari merupakan tempat destinasi yang cocok untuk mengisi waktu liburanmu. Dengan berkunjung ke taman ini, kamu bisa melihat istana air yang dulu merupakan tempat pemandian bagi para Raja Mataram beserta keluarganya.

Walaupun sebagian besar dari Istana tersebut kini tinggal reruntuhan, namun nilai sejarah dari bangunan ini tetap bisa dirasakan. Dengan menyewa jasa pemandu, kamu akan dijelaskan secara detail mengenai sejarah serta cerita-cerita menarik yang menyelimuti bangunan di kompleks taman ini. Tak hanya berwisata, kamu juga akan mendapat wawasan lebih luas.

Menikmati Keindahan Taman Sari

Tak hanya wisata sejarah, tempat ini juga menawarkan keindahan yang terletak pada bangunan-bangunan yang ada didalamnya. Walaupun hanya Umbul Pasiraman dan Sumur Gumuling yang kini bisa dinikmati wisatawan, hal tersebut sama sekali tak mengurangi pesona dari Taman Sari.

Setibanya di Umbul Pasiraman, wisatawan akan disambut dengan suara gemericik air yang jernih serta berwarna kebiruan. Disekitar kolam kamu bisa melihat indahnya dinding-dinding tinggi yang berhiaskan ukiran serta ornamen di atas pintu gerbang. Ukiran dan ornamen tersebut merupakan perpaduan dari gaya arsitektur Jawa, China, Eropa hingga Hindu dan Budha.

Kamu juga bisa menuju ke menara yang letaknya masih berada di Umbul Pasiraman. Di menara ini terdapat kamar khusus Sultan, serta lemari pakaian Sultan. Naiklah ketingkat tertinggi, dan kamu akan dengan leluasa melihat seluruh keindahan Taman Sari dari atas.

Hunting Foto

Jika kamu hobi memotret, tempat wisata yang satu ini juga bisa kamu jadikan sebagai tujuan huntingmu berikutnya. Banyak objek-objek indah yang bisa kamu abadikan dengan kamera seperti gapura dengan ornamen-oranamen cantik, dinding Umbul Pasiraman, serta pot-pot bunga besar yang berada di sekitar kolam pemandian.

Salah satu lokasi yang menjadi favorit wisatawan adalah Sumur Gumuling. Di tempat ini terdapat lorong-lorong yang sering digunakan wisatawan untuk sekedar bernarsis ria. Selain itu, banyak wisatawan yang melakukan foto prewedding di Taman Sari karena lokasinya yang indah dan eksotis.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Taman Sari

Taman Sari Yogyakarta dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul  08.00 – 14.00 WIB. Untuk memasuki kompleks taman, wisatawan harus membayar biaya tiket masuk sebesar Rp. 3.000 per orang untuk wisatawan lokal. Sedangkan untuk wisatawan asing, dikenakan biaya lebih besar yaitu Rp. 7.000 per orang.

Peta Lokasi Taman Sari

Tips Berwisata di Taman Sari

  • Bertanyalah kepada warga sekitar, jika kamu kesulitan menemukan lokasi dari Taman Sari.
  • Masuklah melewati pintu gerbang sebelah timur, karena tempat parkir di sini lebih luas.
  • Gunakanlah jasa pemandu, jika kamu ingin lebih mengetahui sejarah bangunan di tempat ini.
  • Selalu jaga kebersihan, dan jangan mengotori air di kolam pemandian.
  • Selalu jaga kelestarian tempat wisata, dengan tak merusak apapun yang ada didalamnya.

Tempat Wisata Lainnya