Wisata Fauna Kekah, Ikon Natuna Yang Diambang Kepunahan
Sebagai binatang yang hampir punah Kekah hanya tersisa sekitar 7000 ekor di Pulau Bunguran. Monyet Kekah adalah hewan primata langka asli dan hanya ada di Kabupaten Natuna, Pulau Bungunan Besar.

Wisata fauna akan sangat diminati oleh wisatawan yang belum pernah tahu atau ingin mengetahui lebih dalam mengenai fauna atau binatang khas dari suatu tempat dengan jumlah tertentu, terutama dengan fauna jumlah sudah berkurang dan sudah mendekati punah akan menambah rasa penasaran wisatawan.

Wisata ini juga akan menambah pengetahuan wisatawan akan binatang tersebut. Pengetahuan ini akan sangat membantu untuk memperkenalkan binatang tersebut kedunia luar. Pengetahuan yang bisa wsiatawan dapatkan meliputi jumlah dari binatang, makanan hingga sebab dan akibat kenapa binatang tersebut mendekati kepunahan.

Pesona Wisata Fauna Kekah

Binatang bernama Kekah ini terletak di Pulau Bunguran Besar yang kaya akan flora dan faunanya. Berbagai jenis pohon tumbuh di Pulau Bungura terutama pohon-pohon yang tinggi dari jenis Dipterocarpeceaei. Selain itu juga tedapat banyak tipe vegetasi  yang ada di pulau, seperti primer pegununga, hutan kerangas, hutan rawa dan mangrove.

Kekah merupakan salah satu dari fauna yang ada di Kepulauan Riau. Binatang ini merupakan khas dan asli dari Pulau Bunguran Besar. Sayangnya binatang ini sudah hampir punah karena ulah manusia sendiri. Fauna endemic dari Kabupaten Natuna dengan nama latin Presbytis Natunae. Monyet ini cukup unik dan juga sangat lucu sekali Monyet.

Sebagai binatang khas dan menjadi ikon pariwisata fauna secara fisik binatang Kekah sangat lucu dan unik, dengan tubuh yang di baluti oleh bulu-bulu berwarna hitam tebal dan warna putih disekeliling matanya. Sehingga banyak dari wisatawan datang ke wisata fauna Kekah untuk melihatnya.

Baca Juga : Pulau Tiga, Eksotisme Gugus Kepulauan Laut Natuna

Berwisata Sambil Mengenal Sejarah

Monyet Kekah Natuna menjadi fauna yang paling mengalami ancaman kepunahan terbesar dan serius.Yang menjadi ancaman kepunahan Kekah adalah kehilangan habitat akibat konversi lahan dan perburuan. Lahan atau habitat yang semakin berkurang menjadikan Kekah tidak memiliki dan merasakan habitat aslinya, sedangkan perburuan liar juga mengurangi populasi Kekah yang ada di Pulau Bunguran.

Tidak hanya karena berkuranganya habitat Kekah dan perburuan liarnya, tetapi juga dalam hal pemeliharaan dan perdagangan. Banyaknya orang menginginkan untuk memelihara Monyet Kekah ini, karena secara fisik sangat lucu dan unik, dengan tubuh yang di baluti oleh bulu-bulu berwarna hitam tebal dan warna putih disekeliling matanya.

Ciri khas wajah yang dimiliki oleh Kekah ini menjadikan banyak orang ingin memiliki untuk dirinya sendiri, tidak memikirkan dampak yang telah diberikan untuk populasi Kekah. Selain itu bagi orang yang tidak bisa mendapatkanya secara langsung maka terdapat beberapa orang yang menjual belikan fauna ini. Terlebih dengan harga yang cukup mahal untuk setiap Kekah.

Harga yang dipatok untuk setiap Kekah yang dijual kepada pelanggan cukup menguntungkan untuk penjual, dengan harga Rp 300.000 hingga Rp 800.000. Harga ini bergantung pada Kekah itu sendiri, terlebih jika hewan ini jinak dan terlatih maka harga akan semakin tinggi.

Sebagai wisata edukasi untuk wisatawan wisata fauna Kekah akan sangat berguna jika keberadaan dari fauna tersebut untuk menanggulangu ancaman yang terjadi. Mengambil tindakan akan lebih baik agar fauna khas tidak mengamami kepunahan karena kepentingan pribadi.

Menikmati Keindahan Alam

Tujuan utama wisatawan berlibur adalah untuk menikmati keindahan alam yang tersaji didepan mata tanpa merusaknya. Dengan keadaan yang masih alami dengan tipe vegetasi yang akan memanjakan wisatawan.

Dengan berkunjung ke wisata fauna Kekah yang ada di Pulau Bunguran maka wisatawan dapat menikmati fauna Kekah yang hampir punah. Melihatnya secara langsung dari habitat sampai dengan makanan.

Hunting Foto di Wisata Ini

Hunting foto merupakan salah satu aktifitas untuk mengabadikan setiap moment yang dilakukan selama berlibur. Dari Pulau Bunguran sendiri sudah memiliki berbagai tempat yang akan menjadi spot bagus untuk berfoto.

Tetapi akan lebih bagus lagi jika wistawan bisa mengambil gambar Kekah sebagai hewan khas dan ikon di pulau. Yang menjadi spot bagus untuk mengabadikan adalah saat wisatawan dapat menemukan binatang Kekah dan bisa diabadikan secara langsung.

Akses Menuju Fauna Kekah

Sama seperti akses menuju Kepulauan Riau yang lain, perlu menggunakan perahu kecil atau pompong untuk sampai ketempat wisata fauna Kekah. Jalur laut akan sering digunakan mengingat setiap pulau dipisahkan  oleh laut.

Tips Berwisata ke Wisata Fauna Kekah

Untuk wista fauna Kekah, maka wisatawan perlu memperhatikan lingkungan yang ada sebagai habitat asli dari Kekah, jangan sampai merusaknya karena akan sangat berdampak untuk Kekah sendiri sebagai binatang yang hidup disana. Kekah akan bergantung kepada tempat tinggalnya, jika kehilangan maka harus mencari yang baru dan beradaptasi.

Jangan memberikan makanan yang wisatawan bawa kepada Kekah. Karena wisatawan juga tidak tahu makanan apa yang seharusnya Kekah makan. Selain dari kerusakan habitat dan perburuan, Kekah juga bisa mengalami kepunahan karena konsumsi yang tidak sesuai.

Tempat Wisata Lainnya