Mangrove Sei Carang, Wisata Hutan Mangrove yang Terkenal di Tanjungpinang
Wisata alam hadir untuk memberikan pengalaman berlibur sambil bersahabat dengan alam sekaligus menikmati keindahannya. Ada banyak sekali wisata alam yang bagus di Indonesia, namun wisata alam yang akan dibahas di tulisan kali ini adala wisata alam yang berada di Kepulauan Riau, yaitu Mangrove Sei Carang

Pesona Mangrove Sei Carang, wisata alam ini sudah sangat terkenal dan tepatnya berada di tepi Sei (sungai) Carang, yang ada di daerah Senggarang, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Indonesia. Lebih detail lagi, lokasinya sangat dekat dengan Jembatan Gugus atau yang biasa disebut oleh masyarakat setempat sebagai jembatan rumah sakit.

Sekilas informasi saja, bagi yang belum mengenal Mangrove, ini merupakan salah satu dari jenis tumbuhan liar yang dilestarikan dan dijaga keberadaannya oleh Pemerintah. Biasanya Mangrove tumbuh di bagian pesisir pantai guna menjaga dari ombak yang menerjang juga arus tinggi. Mangrove juga sering disebut dengan tanaman bakau.

Mangrove Sei Carang langsung menghadirkan tumbuhan Mangrove yang masih terlihat sangat alami di pintu utamanya. Tidak hanya itu, pengunjung juga akan melihat keindahan yang ada di sana ditemani dengan udara yang segar. Jelas saja udaranya sangat segar, sejauh mata memandang hanya ada tumbuhan hijau yang indah, berbeda dengan kota – kota besar yang biasanya penuh dengan polusi.

Kemudian, beberapa ‘penghuni’ di wisata alam ini juga hadir untuk sekadar menyapa pengunjung. Sebut saja biawak, beberapa burung, monyet, dan lain sebagainya. Jangan khawatir, semua hewan yang ada sudah jinak.

Fasilitas Mangrove Sei Carang

Sebenarnya, agak bingung bila harus membicarakan fasilitas yang ada di wisata ini. Layaknya tempat wisata, sudah pasti tersedia fasilitas umum yang menunjang kebutuhan pengunjung, seperti toilet bersih, penginapan, tempat makan, dan lain sebagainya.

Sejarah Mangrove Sei Carang

Mangrove Sei Carang mulai diresmikan pada tahun 2010, atau sekitar 7 tahun yang lalu. Selain untuk menjaga dan melestarikan keberadaan hutan bakau, tujuan lain didirikannya wisata ala mini adalah untuk menarik minat wisatawan terhadap hutan bakau itu sendiri. Saat baru diresmikan, sudah ada kurang lebih 3,000 jenis tanaman bakau yang siap mencuri perhatian para pengunjung.

Hunting Foto di Wisata ini

Bila Anda termasuk seorang yang aktif di social media dan sering sekali membagikan hasil foto - foto Anda, objek wisata ini merupakan pilihan yang tepat untuk berlibur sekaligus mengambil gambar – gambar menarik dalam bentuk foto untuk kemudian Anda bagikan.

Mudah saja, hanya berjalan – jalan sedikit Anda sudah dapat menemukan spot foto yang bagus. Kemudian, saat di atas jembatan kayu juga dapat Anda abadikan gambarnya dengan pose menarik lengkap dengan background yang indah. Belum lagi bila Anda masuk lebih jauh dengan menggunakan perahu sampan. Lorong hutan yang penuh dengan tumbuhan bakau liar akan sangat menarik untuk dijadikan koleksi foto Anda.

Baca Juga : Makam Raja Ja'far, Tempat Peristirahatan Putra Mahkota Raja Tersohor di Kepulauan Riau

Akses Menuju ke Mangrove Sei Carang

Berikut ini adalah cara menuju Mangrove Sei Carang dari pelabuhan besar yang ada di Tanjung Pinang. Dari sana, Anda harus mencari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) yang ada di Tanjung Pinang. Anda bisa bertanya – tanya kepada orang sekitar yang sangat ramah.

Kemudian, setelah bertemu dengan RSUP, Anda harus berjalan lurus dari jembatan yang ada di dekat sana, atau jembatan rumah sakit, seperti yang sudah dikatakan di paragraf pembuka. Lalu, bila Anda sudah menemukan simpang empat, belok kiri dan lurus lagi sampai di Masjid As-Syukri.

Bila sudah sampai di Masjid, Anda wajib mengikuti jalan paving dari arah depan Masjid sampai habis jalan pavingnya, Anda belok ke kiri. Selanjutnya lurus lagi sampai tiba di bukit bauksit. Tidak lama lagi, dari bukit bauksit, Anda akan menemukan belokan ke arah kanan, pilihlah rute tersebut dan Anda akan sampai di tempat tujuan.

Tips Berwisata ke Mangrove Sei Carang

Setelah tiba di objek wisata hutan Mangrove yang ada di Tanjung Pinang. Jangan kaget, Anda akan disambut oleh pemakaman tua. Oleh karena itu, mengingat umur pemakaman yang sudah tua menandakan kondisi tanah atau lahan di sana yang juga sudah sepuh, maka Anda harus berhati – hati saat melewatinya.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Mangrove Sei Carang

Objek wisata alam ini dapat dikunjungi mulai dari pukul 10.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB dengan harga tiket masuk yang sangat murah, yaitu Rp 2.000,00 dan sudah termasuk dengan parkir kendaraan pribadi.

Demikianlah ulasan menarik dari wisata alam Mangrove Sei Carang. Semoga dengan membaca artikel ini dapat menambah wawasan Anda, khususnya mengenai keberadaan hutan bakau sebagai objek wisata alam.

Tempat Wisata Lainnya